Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan Sebagai Kendali Air dan Objek Wisata

Selasa, 21 Juli 2020, 21:23 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Proses penyelesaian pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara tengah dilakukan. Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir 470 meter kubik per detik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini Bendungan masih menunggu masalah teknis pada pondasi bendungan, mudah-mudahan dalam minggu ini sudah mulai dikerjakan konstruksi diafragma nya, diperkirakan 2-3 bulan selesai," terang Basuki Hadimuljono melalui rilis yang diterima Lampu Hijau, Selasa (21/7). 

Baca juga : Pembangunan Bendungan Leuwikeris Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Adapun progresnya Paket 1 sudah mencapai 64,5 % dan Paket 2 mencapai 83,7 % jadi total progres secara keseluruhan telah mencapai 73% dan ditargetkan bisa selesai Agustus tahun 2021,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, Bendungan Kuwil Kawangkoan ini istimewa, selain dekat dengan Kota juga dekat dengan Waruga makam leluhur masyarakat Minahasa, “Oleh karenanya akan kita tata kawasan ini yang merupakan salah satu destinasi KSPN Manado Bitung-Likupang," ujarnya. 

Baca juga : Pemkab Cirebon Akan Fasilitasi Internet Bagi Desa dan Kelurahan

Bendungan Kuwil Kawangkoan selain dimanfaatkan sebagai penyediaan air baku untuk Kota Manado, Kecamatan Kalawat, Kota Bitung dan KEK Bitung. PLTM dengan kapasitas 2x0,70 MW itu juga dioptimalkan untuk pengembangan pariwisata. 

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,37 juta meter kubik dan luas genangan 139 hektare. Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp 1,46 triliun yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya - DMT, KSO , PT. Nindya Karya (Persero) Tbk.

Baca juga : H-3 Lebaran, Tim Pangan Jakpus Pastikan Stok Daging Sapi Aman dan Layak Dikonsumsi

Dikatakan Menteri Basuki pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Bendungan Kuwil Kawangkoan relatif lancar. 

“Mudah-mudahan sudah tidak ada masalah. Saya rasa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara aktif sekali sehingga saya tidak khawatir soal lahan. Kita siapkan ganti untung, tinggal prosesnya saja,” tutur Menteri Basuki. (Eedar)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal