LampuHijau.co.id - Normalisasi Kali Bekasi bakal dimulai tahun 2020 ini. Saat ini, Kementerian PUPR mulai memasuki tahapan lelang sebelum dimulai pekerjaan normalisasi Kali Bekasi. Wakil Wali Kota, Tri Adhianto mengatakan, normalisasi Kali Bekasi tetap dilaksanakan tahun 2020, meskipun pemerintah banyak melakukan pemangkasan anggaran untuk penanganan virus corona atau Covid-19.
"Ini prioritas karena untuk penanganan banjir yang terjadi di wilayah sepanjang Kali Bekasi, itu ada Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi," kata Tri, di Bekasi, Kamis (16/7/2020).
Tri menjelaska,n dalam waktu dekat ini akan memulai proses lelang dan proses pekerjaan masuk kategori proyek multiyears atau tahun jamak.
Baca juga : Waduh! Kadin Pastikan Industri Pariwisata Baru Pulih di Tahun 2023
Normalisasi Kali Bekasi dilakukan mulai dari hulu, tepatnya titik pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi hingga ke Bendung Bekasi di Jalan Mayor Hasibuan, Bekasi Timur.
"Itu masuk prioritas pertama, ini akan dilelang. Tinggal setelah lelang baru dilaksanakan. Tapi yang jelas tahun ini akan dimulai, itu kan juga multiyears," ucapnya.
Untuk anggaran Sungai Bekasi tidak menggunakan APBD akan tetapi APBN dari Kementerian PUPR. Anggaran diproyeksikan mencapai Rp 4,3 Triliun untuk proses normalisasi Kali Bekasi. "Anggaran Rp 4,3 triliun, bukan APBD, ini pakai APBN," ucap Tri.
Baca juga : Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tinjau Kondisi Pasar Wisma Jaya Bekasi Timur
Tri menuturkan, normalisasi Kali Bekasi mulai dari pengerukan sedimentasi lumpur hingga perbaikan tanggul jebol maupun pemasangan tanggul di sepanjang Kali Bekasi.
Diperkirakan pekerjaan normalisasi baru akan rampung keseluruhan 3 hingga 4 tahun. "Nanti kita kan akan dibuatkan peta terakhirnya, apa yang akan kita lakukan makanya sekarang dalam proses review design," kata Tri.
Terkait penggusuran rumah warga di bantaran Kali Bekasi, Tri masih belum bisa memastikan. Alasannya, hal itu masih menunggu desain dari Kementerian PUPR terkait proses normalisasi Kali Bekasi.
Baca juga : Transformasi Digital UMKM Jadi Solusi di Tengah Pandemi
"Itu tidak saja melakukan pembangunan terkait dengan tiang pancang yang ada, tetapi juga memulai restorasi pengerukan dan juga pengangkatan terhadap sedimentasi yang ada."
"Maka kita tunggu seperti apa gambaran desainnya," ucap Tri Adhianto.(HDS)