Tidak Berhubungan Seks Ganti-ganti Pasangan Bisa Cegah Penularan HIV

Kamis, 16 Juli 2020, 20:51 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon mencatat dari tahun 2006 hingga 2020, terdapat 1.427 orang terjangkit Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari sekian banyak, 70 orang akhirnya meninggal dunia.

Hal ini disampaikan Sekretaris KPA Kota Cirebon Sri Maryati, saat sosialisasi bahaya HIV/AIDS kerja sama dengan GM FKPPI Kota Cirebon dan IWO Cirebon di Kota Cirebon, Jabar, Kamis (16/07/2020). Sri menjelaskan, mereka yang terjangkit HIV dari berbagai status sosial dan profesi. Tak hanya kaum laki-laki, tapi juga kaum perempuan, dari bayi hingga orang dewasa.

"Penyebab mereka bisa terjangkit HIV karena melakukan hubungan seks berganti-ganti pasangan, hubungan seks sesama jenis, dan penggunaan jarum suntik bergantian," ujarnya.

Selain itu, kata Sri, ada juga yang terjangkit HIV karena terkena darah orang yang HIV positif atau terkontaminasi HIV dan ibu hamil yang HIV positif sehingga bayinya menjadi terjangkit HIV. "Yang tertular HIV tidak serta merta akan merasakan gejala, tapi ada fasenya dari HIV jadi AIDS," ujarnya.

Baca juga : Ini Strategi Kementan Siapkan Pangan Di Masa Transisi New Normal

Yakni, kata dia, priode jendela (0-6 bulan, biasanya 3 bulan). Pada priode ini, meski sudah tertular HIV belum terdeteksi virusnya tapi sudah bisa menularkan kepada orang lain. Fase berikutnya, HIV Positif, biasanya tanpa gejala (5-10 tahun). Pada pase ini, orang dengan HIV-AIDS (ODH) dapat beraktivitas seperti biasanya.

"Saat AIDS (1-2 tahun) punya empat stadium, biasanya gejala-gejala dari penyakit yang sudah diserita timbul, seperti demam, batuk, gatal dan diare berkepanjangan, muncul benjolan dan berat badan turun," ujarnya.

Bila sudah merasakan seperti itu, lanjut Sri, harus segera diobati jika tidak ingin meninggal dunia. "Setiap hari seumur hidup harus meminum obat. Minum obat tiap harinya pada siang dan malam," ujarnya.

Kemudian, kata dia, jika minum obat jarang akan berpotensi ke arah kematian. "Ada yang jarang minum obat, akhirnya meninggal dunia. Jarak tidak minum obat dengan kematian sekitar 3-6 bulan," jelasnya.

Baca juga : Trenggalek Buat Lima Kampung Tangguh untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Untuk itu, Sri menyarankan agar yang negatif HIV setia pada pasangannya, tidak hubungan sesama jenis, tidak pakai jarum suntik berganti-ganti, dan memakai sarung tangan saat bantu orang yang berdarah-darah.

"Jika di sekitar ada yang positif HIV jangan mengucilkan karena mereka butuh penguat dan kepedulian dari orang lain. Apalagi, HIV tidak menular saat tinggal serumah, ciuman, pelukan, sentuhan maupun menggunakan WC bersama," ujarnya.

Sementara, Ketua GM FKPPI Kota Cirebon Dani Jaelani menyampaikan, KPA dan IWO Cirebon tanggungjwab untuk menyampaikan bahaya HIV/AIDS kepada masyarakat. Namun, kata dia, begitu ada yang HIV positif, harus diberikan didukung agar mereka semangat melawan virus tersebut.

"Bukannya dimarginalkan dan dikucilkan," pesannya.

Baca juga : Beri Dukungan, ACT Lampung Bagi-bagi Takjil ke Petugas Medis

Perwakilan IWO Cirebon, Puguh menyampaikan, sosialisasi ini bentuk kepedulian media massa online untuk menyampaikan bahaya penularan HIV. "Agar informasi bahaya HIV sampai kepada masyarakat," ujarnya.

Sebab, menurutnya, HIV/AIDS merupakan virus yang lebih sadis bagi penderitanya dibandingkan virus corona baru atau Covid-19. "Karena untuk bertahan hidup harus minum obat seumur hidup," ucapnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal