Lima Tahun Kerja Keras, Jokowi Akui Belum Selesai

Minggu, 14 April 2019, 12:46 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Lewat video hologram, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan kondisi perekonomian nasional yang dihadapi pemerintah. Salah satunya adalah situasi perekonomian global yang fluktuatif.

“Lima tahun lalu saya menerima amanah dari bapak-ibu untuk memimpin bangsa ini. Banyak tantangan yang kita hadapi pada waktu itu. Salah satunya adalah ekonomi global yang kurang baik. Yang tentunya berpengaruh pada negara kita,” terang Jokowi yang disaksikan warga Kabupaten Kuningan, dalam acara sosialisasi capaian kinerja Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) di Open Space Gallery, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (13/4/2019) malam.

Menghadapi situasi itu, lanjut Presiden, pemerintah memutuskan sejumlah kebijakan yang dianggap mampu menghasilkan kesejahteraan rakyat, sambil menjaga keseimbangan perekonomian nasional menghadapi tantangan ekonomi global. Pemerintah menilai, salah satu kebutuhan pembangunan yang sangat mendesak adalah pembangunan infrastruktur di segala sektor pembangunan, antara lain sektor industri, pertanian, pembangunan desa, dan pembangunan sumber daya manusia.

“Dengan semangat optimis, Alhamdulilah, selama 5 tahun ini kita sudah sama-sama bekerja keras untuk mengatasi masalah-masalah tadi. Memang, semuanya belum selesai. Tetapi satu per satu kita perbaiki,” tegasnya.

Baca juga : 3.000 Saksi untuk Kemenangan Jokowi-Maruf di Bogor Dilantik

Presiden melanjutkan, sejumlah program peningkatan kesejahteraan rakyat di bindang kesehatan dan pendidikan, dimulai dengan mengeluarkan sejumlah kartu. Antara lain, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Presiden juga memaparkan program pembangunan desa. Menurutnya, 5 tahun lalu masih banyak desa yang tertinggal. Kesempatan warga desa untuk membangun usaha juga minim. Kondisi itu, banyak warga desa yang pindah ke kota. Padahal, kata Presiden, desa adalah tulang punggung pembangunan desa.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk menggelontorkan anggaran dana desa dengan jumlah yang terus meningkat tiap tahunnya. Presiden juga menjelaskan tentang pembangunan infrastruktur yang gencar dijalankan pemerintah selama lima tahun terakhir.

Presiden mencontohkan, infrastruktur yang dibangun antara lain pembangunan jalan tol, pembangunan bandara dan pelabuhan. Sejumlah infrastruktur itu, Presiden melanjutkan, dibangun dengan semangat untuk mempersatukan wilayah-wilayah di Indonesia. 

Baca juga : Survei Pemilu Terbaru, Jokowi-Maruf Masih Menang

Di Jawa Barat, Kepala Negara menyebut pemerintah telah mengembangkan ruas Tol Bocimi, dari Bogor ke Sukabumi. Pemerintah juga telah merencanakan pembangunan ruas tol Cigatas, Cileunyi, Garut, dan Tasyikmalaya yang bermanfaat bagi masyarakat Priangan Timur. Tol Cigatas akan dilanjutkan ke Ciamis, Cilacap, ke Banyumas, dan kota-kota lainnya di sisi Selatan Jawa.

“Supaya Jawa bagian Selatan juga berkembang seperti di bagian Utara,” tegas Jokowi disambut tepuk tangan meriah warga yang hadir.

Presiden juga menyebut, pemerintah telah membangun sejumlah waduk dan irigasi untuk membantu produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Kemudian, untuk memperkuat sektor pariwisata nasional, kata Presiden, pemerintah telah membangun sejumlah bandara. Hal itu dilakukan demi meningkatkan potensi pariwisata di daerah-daerah.

Presiden mencontohkan, pembangunan bandara Komodo di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Raja Ampat di Papua Barat, Danau Toba di Sumatera Utara dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Bahkan, kata Presiden, balapan MotoGP akan diselenggarakan di Mandalika dan jadi tontonan kelas dunia.

Baca juga : Sosialisasi Capaian Kerja, Jokowi  Sapa Warga Kuningan Melalui Video Hologram

“Landasannya kita perpanjang. Fasilitasnya kita perbaiki. Sehingga penerbangan bisa semakin banyak. Dan pesawat besar-besar juga bisa mendarat. Perbaikan dan pembangunan bandara terbukti langsung menggerakan pariwisata. Tempat yang dulunya susah didatangi dan sepi, sekarang jadi sangat ramai,” terang Presiden. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal