Izinkan Reklamasi Ancol, Anies Dinilai Tak Pandai Berbalas Budi

Selasa, 7 Juli 2020, 13:17 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Perluasan kawasan wisata di Taman Impian Jaya Ancol seluas 155 hektar sesuai Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta tahun 2020 terus bergulir di tengah-tengah warga Ibukota.

Ridho Widodo, aktivis WALHI Jakarta Utara, yang juga sekretaris BBM (Barisan Betawi Maju) Jakarta Utara menilai keputusan Anies memberikan izin reklamasi kawasan Ancol tersebut mengingkari janji kampanye soal tolak reklamasi saat Pilgub DKI 2017 lalu.

"Padahal janji-janji kampanye Anies saat itu merupakan kunci kemenangannya dalam pilgub DKI lalu," ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Selasa (7/7).

Baca juga : Reklamasi Ancol Katanya Berpihak Pada Rakyat, Harusnya Masuk Ancol Gratis Dong

Menurut Ridho, kalau saja Anies tidak mengusung jargon tolak reklamasi, Ahok pasti menang dan Anies tersungkur.

"Kunci kemenangan Anies sejatinya ada di Jakarta Utara. kasus penggusuran makam Kramat Luar Batang, penghadangan kampanye Ahok, itu semua secara masif terjadi di Jakarta Utara, dan Anies mendapat keuntungan dari peristiwa itu. Tapi dengan keluarnya izin reklamasi Ancol terkesan Anies tak pandai berbalas budi," bebernya.

Masyarakat Jakarta Utara kata Ridho memilih Anies karena anies menolak reklamasi, dan ada perjanjian "pribadi" Anies dengan tokoh-tokoh masyarakat Jakarta Utara terkait itu.

Baca juga : Kapan Pak Gubernur Buka Suara? Reklamasi Ancol Jadi Bola Panas Saat Pandemi Covid 19

"Jakarta Utara memang cuma pesisir dari sebuah kota besar di Jakarta, tapi banyak sekali peristiwa-peristiwa besar di Jakarta bahkan berimbas nasional berawal dari Jakarta Utara. Seperti Tragedi Priok, demo Menkumham Yasona Laoly. Dan kalau Anies anggap sepele masalah ini, jangan kaget bila saatnya akan terjadi juga demo besar-besaran menolak reklamasi," ujarnya panjang lebar.

Ridho mengungkapkan pihaknya akan kampanyekan gerakan masuk Ancol gratis, karena masyarakat Jakarta Utara pun tidak pernah diuntungkan dari zaman ke zaman dengan keberadaan taman impian jaya Ancol.

"Pekerjanya mayoritas bukan warga Jakarta Utara, tidak ada program dari pengelola Ancol yang berimbas membahagiakan warga Jakarta Utara. Saya menghimbau agar ormas lokal se Jakarta Utara bersatu menolak reklamasi seperti kita dulu bersatu membela Anies untuk menumbangkan Ahok," tegasnya.

Baca juga : Sat Reskrim Polres Majalengka Tangkap 8 Pelaku Illegal Logging

Sementara itu, terkait izin reklamasi Ancol tersebut, Gubernur Anies Baswedan masih belum mau menjelaskan terbitnya kepgub tersebut. Orang nomor satu di Jakarta itu mengaku baru akan buka suara bila data mengenai reklamasi Dufan dan wilayah Ancol Timur sudah lengkap. "Nanti dijelasinnya lengkap sekalian," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/6). (DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal