Selama Pandemi Konsumsi Air Meningkat, Tirta Bhagasasi Siap Berikan Keringanan Tagihan

Direktur Usaha PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Maman Sudarman
Minggu, 5 Juli 2020, 21:32 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dalam kurun waktu tiga bulan belakangan ini, antara bulan April hingga Juni 2020  tingkat konsumsi air bersih pelanggan  di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, mengalami peningkatan 10 persen setiap bulannya. Peningkatan konsumsi air bersih tersebut terkait adanya perubahan pola hidup masyarakat selama pandemi covid-19 ini.

Direktur Usaha PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Maman Sudarman mengungkapkan, kenaikan jumlah konsumsi air bersih pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi hingga 10 persen tersebut, karena sejak bulan Maret hingga Juni 2020 kemarin, mengikuti  anjuran pemerintah melakukan akivitas pekerjaan di rumah, bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

“Jadi karena peningkatan aktivitas di rumah tersebut, berdampak terhadap kebutuhan air bersih yang meningkat pula. Apalagi kegiatan mencuci tangan menjadi rutinitas yang dianjurkan, sehingga kebutuhan airnya juga meningkat,” kata ketika ditemui di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jumat (3/7/2020)

Dijelaskan, dalam kondisi normal sebelum pandemi rata-rata penggunaan air bersih setiap rumah tangga di Kabupaten Bekasi, sekitar 17 hingga 20 meter kubik perbulan. Padahal sebelum pandemi, konsumsi air bersih masyarakat per kepala keluarga (KK) hanya 10 meter kubik. Terkait hal ini, pihaknya harus bekerja ekstra keras untuk memenuhinya.

Berita Terkait : Selama Puasa dan Pandemi Covid-19 KKP Pastikan Harga Ikan Tetap Stabil

“Jika dikalikan dengan keseluruhan jumlah pelanggan, angkanya menjadi besar, karena jumlah pelanggan di wilayah Kabupaten Bekasi saja mencapai 171.000 pelanggan dan peningkatan permintaan ini harus kami penuhi,” jelasnya.

Menurut Maman, jumlah pelanggaran PDAM Tirta Bhagasasi di Kabupaten Bekasi kini mencapai 170.000 KK. Tentunya kita harus memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, dengan mengalirkan air bersih hingga 3,4 juta meter kubik atau meningkat 510.000 meter kubik perbulan.

“Peningkatan ini kita hitung sejak April sampai Juni, termasuk memasuki Juli ini peningkatan masih tetap ada," katanya.

Maman juga menjelaskan, peningkatan penggunaan air bersih  ini tidak berbanding lurus dengan kemampuan membayar para pelanggan. Memburuknya kondisi perekonomian ditengah pandemi membuat para pelanggan kesulitan membayar tagihan air yang meningkat.

Berita Terkait : 17 Pati Polri Naik Pangkat, Teddy Minahasa Sandang Irjen

“Kondisinya yang terjadi demikian, jadi memang patut dimaklumi. Bila pelanggan minta keringanan dalam membayar tagihan, kita juga harus berikan. Tentunya dengan mengajukan surat tertulis permintaan pengurangan pembayaran air yang digunakan,” jelasnya.

Dalam permintaan keringanan membayar tagihan, kita akan merespon permintaan tersebut dengan memberikan keringanan sesuai ketentuan dan keringanan itu dapat diberikan setelah diverifikasi terlebih dahulu. “Sekarang ini yang terjadi, pemakaian air naik tetapi pembayaran turun,” katanya.

Dalam kesempatan itu Maman mengimbau, para pelanggan agar tetap menerapkan prinsip hemat air meski ada peningkatan pemakaian.

"Gunakan air sesuai kebutuhan, pada prinsipnya menghemat harus tetap menjadi pegangan,” kata Maman.(HDS)

Berita Terkait : Nadine Chandrawinata Masih Menikmati Masa Berduaan dengan Suami

 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal