LampuHijau.co.id - Ratusan orang tua siswa tidak mampu bersama Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) unjuk rasa di depan Balaikota Depok di Jalan Margonda, Kamis (2/7/2020).
Ketua DKR Kota Depok Roy Pangharapan mengatakan masih adanya siswa miskin yang ditolak oleh sekolah negeri di Kota Depok tentu sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
Baca juga : Kasus Pencabulan Pengurus Gereja di Depok Diduga Sudah Dilakukan Sejak 2005
Menurut Roy Pangharapan, banyak anggota DKR Depok yang miskin ditolak di sekolah negeri, baik tingkat SMP maupun SMA dan SMK di Depok. “Untuk itu, kami DKR Kota Depok hari ini melakukan advokasi dengan mengadakan aksi damai ke perwakilan Dinas pendidikan Propinsi Jawa Barat dan Walikota Depok,” katanya.
Dalam kesempatan Aksi Solidaritas ini DKR Kota Depok menyatakan sikap agar Gubernur Jawa Barat dan Walikota Depok untuk menghentikan sementara proses PPDB sampai semua anak siswa miskin diterima di sekolah negeri.
Baca juga : Semua Kecamatan di Depok Sudah Masuk Zona Merah Covid-19
Ada sekitar 50 siswa miskin tingkat SMP dan SMA/SMK sebanyak 25-an siswa yang belum mendapatkan sekolah. “Aksi ini terpaksa dilakukan di tengah masa pandemi oleh karena para pemangku kebijakan pendidikan di Kota Depok tidak perduli dan menutup telinga atas pelanggaran Sila ke 5 dari Pancasila,” katanya.
Semua peserta aksi tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker. “Ya kami sadar, ini masih dalam suasana pandemi dan PSBB, tapi kami tetap harus bersuara, karena ada ketidakadilan,” katanya. (HEN)