Kasus Sengketa Lahan diwarnai Insiden Hingga Laka lantas

Senin, 29 Juni 2020, 19:05 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Penggugat, Ahmad Muchlis mengatakan pihaknya memiliki luas tanah sebesar 1.076 meter persegi karena ingin mengurus sertifikat untuk dipecah dengan beberapa saudaranya melalui notaris diketahui luas lahannya berkurang.

“Kami sudah melakukan mediasi, sebelumnya ke RT, lihat gambar peta induk, namun tidak ada kesepakatan akhirnya kami lanjutkan ke persidangan,” kata Ahmad Muchlis.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan perhitungan ulang, dan kantor BPN  Kota Depok, juga mengakui pagar milik tergugat masuk ke dalam lahan milik penggugat, dan tanah milik tergugat berada di sebelah utaranya, dan bangunan saat ini sudah tidak sesuai dengan batas yang ada di sertifikat.

“Lembaga yang berkompeten menangani masalah tanah, dalam hal ini Kantor Pertanahan Kota Depok, sudah mengakui bahwa tanah kami diserobot oleh pihak tergugat, kalau BPN saja tidak bisa dipercaya, mau percaya siapa lagi,” kata Muchlis.

Berita Terkait : Inilah Cara Walikota Malang Memotivasi Pasien Covid-19

Sementara itu, kuasa hukum Penggugat Dody Zulfan mengatakan banyak masalah yang terjadi di luar persidangan, sebelum memasuki masa sidang lapangan pihaknya pun mengaku sempat cek cok dengan hakim anggota yang akan memimpin persidangan.

Dia mengatakan tedapat insiden sebelum sidang lapangan digelar, dia mengaku memang membawa mobil kantor yang berlambang kantor hukumnya. Menurutnya kejadiannya terjadi di depan kantor DPRD Kota Depok.

Dia mengatakan berdasarkan penglihatan assistennya hakim tersebut ingin lurus tetapi menurut hakim tersebut pihaknya tidak menggunakan lampu sen.

“Tapi ketika disuruh turun dia malah tanya ‘mau sidang kamu kan?’ kok tau ya, itu jadi pertanyaan kami,” kata Dody.

Berita Terkait : Korban Gempa Di Bogor Terima Paket Pangan dari ACT

Menurut pengakuan Dody, dalam peristiwa tersebut, pak Darmo mengaku lecet di lutut padahal motornya tidak jatuh justru body dan kaca spion mobil kami yang pecah.

Menurutnya, hakim anggota yang bersangkutan ingin memanggil Laka lantas, namun menurutnya silahkan aja.

“Saya lihat lagi keduanya sama-sama salah, sama-sama mau ke pengadilan lapangan tapi dari jalur yang salah, dan tidak pakai helm,” kata Dody.

Sementara itu, tidak hanya insiden mobil milik Dodi Zulfan yang ditabrak oleh Hakim, pengacara saat pengukuran sempat mendorong Hafidz, anak dari ahli waris dengan tangan, namun sempat dilerai pihak keluarga pelapor.

Berita Terkait : Heboh! Seserahan Nikahan TKI Ini Xpander dan Honda Vario

"Memang tadi, salah seorang anggota keluarga kami, sempat didorong oleh pengacara terlapor, kalau memang sudah merasa kalah dan terpojok, biasanya akal manusia bisa hilang dan bisa main fisik, itu manusiawi," tandasnya.(asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal