LampuHijau.co.id - Bukan hal yang mudah menggerakan ekonomi bangsa ditengah pandemic seperti sekarang ini. Sebab, bisa bertahan saja merupakan prestasi yang sangat gemilang. Sebab, seperti yang kita ketahui, banyak kebutuhan dalam negeri ditopang dari impor, yang utama adalah kebutuhan pangan.
Pada hal, apa sih yang tidak bisa di tanam di Indonesia? hal ini wajar, dan mungkin pemerintah punya skala prioritas dalam menanam tanaman pangan. Celakanya di saat pandemic seperti sekarang ini, Indonesia akan kesulitan mendapatkan bahan pangan pokok yang biasa di impor luar karena proses impor yang sulit meski dalam new normal.
Baca juga : KKP Jamin Transparansi Pengurusan Sertifikat Kelayakan Pengolahan Ikan
Berkaca dari hal tersebut, Ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan dampak pandemic covid 19 sangat luar biasa dampaknya. Selain multi dimensiomnal, dampak covid yang paling terasa adalah pengkikisan lapangan pekerjaan dan terjadinya kasus PHK. ”Banyak yang karyawan yang terkikis, khususnya dalam sektor informal. Kita berupaya proses penormalan daln aktifitas ekonomi, kita benahi semuanya, kita longkarkan aktifitas perkantoran dan industry dengan protokol kesehatan pastinya. Setelah itu kita longgarkan sektor retail, restoran, yang utama pastinya para penggerak ekonomi masyarakat terlebih dahulu yang akan di buka dan dilakukan pelonggaran dengan catatan,” bebernya.
Elemen ekonomi lain yang dibuka menurut Chairoman adalah pembukaan mall, secara umum semua pelonggaran dilakukan secara bertahap. ” Sampai sekarang terkendali, angka penularan sudah di bawah nol, terkonfirmasi covid juga sudah terkendali, ini bagus, kita akan buka juga pada 5 Juli 2020 car free day, tapi jumlahnya dibatasi, ini ujian Pemda, untuk mengatasi. Sebab untuk menormalkan banyak resiko. Oleh karenanya, mesti dilakukan pengendalian dan pengawasan yang ketat, kita akan pantau terus kondisi ini, ini akan kita coba dengan catatan,” ungkapnya.
Baca juga : Ramadhan dan Pengabdian DPRD Kota Bekasi di Tengah Pandemic Covid-19
Kondisi ekonomi yang belum pulih di Kota Bekasi rencananya pada bulan Agustus diusahakan akan reborn. “Reborn nggak bisa segera, sebab tingkat daya beli belum pulih, tentu dengan catatan pasca covid sudah ada inovatif, salah satunya dengan online dengan tujuan menguriangi kontak langsung,” ujarnya.
Meski sudah secara bertahap membuka sektor ekonomi, namun pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD belum berani membuka sektor pendidikan secara tatap muka. ”Ada pemikiran kita kembali pada aktivitas normal dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), yaitu mematuhi protokol kesehatan, tetap jaga jarak aman, selalu pakai masker saat keluar rumah, senantiasa cuci tangan pakai sabun," ungkapnya.
Baca juga : Pemkab Cirebon Terima Bantuan 20 Ribu Telur dari Perusahaan Pakan Ternak
“Pembukaan sekolah dan pesantren ini harus dipikirkan dengan matang, atau terlebih dahulu dilalukan simulasi, agar pelaksanaan proses belajar dan mengajar bisa terlaksana dengan baik baik dari sisi infrastruktur covid dan membangun kebiasaan hidup normal dengan kebiasaan baru,” ungkapnya. Adv 1 humas DPRD Kota Bekasi, bulan Juni 2020.