Gerakan Sedekah Barang Bekas Lahir di Kota Malang

Minggu, 21 Juni 2020, 23:41 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - KOTA MALANG - Gerakan berdonasi dengan barang bekas yang dinamakan Shobabe (Shodaqoh Barang Bekas) lahir di Kota Malang.
Dengan adanya Shobabe ini, masyarakat bisa berdonasi dengan mengumpulkan barang bekas layak pakai seperti perabot rumah tangga hingga barang elektronik

"Shobabe ini adalah terobosan baru untuk berdonasi yang dilakukan oleh Baitul Mal Ahad Pon. Dengan kondisi (pandemi Covid-19, red.) sekarang ini, kan kita tidak bisa mengharapkan (donasi uang, red.) full, makanya kita dirikan Shobabe,” kata salah satu inisiator Shobabe, Hendra Erwanto saat launching Shobabe di kawasan Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang, Minggu (21/6/2020).

Lanjut dia, semua barang bekas yang bisa dikumpulkan di Shobabe ini nantinya akan dijual. Hasil penjualannya akan disumbangkan kepada anak yatim dan dhuafa. “Saat ini sudah terkumpul banyak (barang bekas, red.). Kalau sudah terjual dan diuangkan, kurang lebih antara 5 sampai 7 juta rupiah,” imbuh Hendra.

Baca juga : Kolaborasi Bagikan 1.000 Paket Beras untuk Warga di Pujon Malang

Hendra menjelaskan, gerakan Shobabe ini menggunakan media sosial @shobabemalang agar cakupannya bisa lebih luas. Artinya tidak hanya di wilayah Pandanwangi saja, melainkan bisa sampai ke luar Kota Malang.

Ketua Baitul Mal Ahad Pon (BMAP), Abdurrakhim, menambahkan, selama ini memang pihaknya mengandalkan bantuan untuk anak yatim dan dhuafa dari donatur hanya berupa uang saja. "Dengan Shobabe ini mudah-mudahan kita bisa mengcover bantuan lebih banyak untuk yang membutuhkan," tandasnya.

Sementara itu  Pembina Shobabe dan Baitul Mal Ahad Pon, Ade Herawanto mengaku sangat antusias dengan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi banyak orang ini.

Baca juga : Penerapan PSBB, Cakung - Bekasi Dijaga Ketat Babinsa dan Muspika

“Selama ini kami selalu mendukung beragam kegiatan di Bhumi Arema, seperti tinju, mural graffiti, ekstrem sport, kegiatan sosial budaya dan keagamaan. Meski hanya bertaraf lokal di Bhumi Arema, tapi ini sesuai prinsip d’Kross – Aremania – think globally, act locally,” terang pria yang kerap disapa Sam Ade d'Kross ini.

Pria yang juga Frontman d’Kross Community ini menambahkan, kegiatan yang merupakan inovasi BMAP ini sebenarnya bermula dari pengajian rutin dan istighotsah yang diadakan Minggu Pon, di Pandanwangi yang dikenal sebagai eks lokalisasi Kalisari.

“Saat ini majelis dan BMAP akan dikembangkan supaya lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan Insha Allah bagi Bhumi Arema tercinta. Seperti santunan anak yatim piatu dan dhuafa bantuannya berasal dari shodaqoh barang bekas itu,” jelasnya. (YGA/Malang)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal