LampuHijau.co.id - Warga Dusun 1, Blok Manis, RT 03/RW 01, Desa Kendal, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon hanya bisa berbaring di atas kasur lapuk.
Adalah Kamen, warga itu. Wanita sudah berumur 72 tahun tersebut, tinggal dengan anak dan cucunya di rumah sudah dimakan usia alias kondisinya tidak layak huni (rutilahu). Keluarga nenek Kamen pun harus tidur di rumah yang atapnya penuh lubang-lubang.
Tak pelak, angin malam dengan mudah masuk rumah hingga mereka merasakan keinginan. Tak hanya angin, saat hujan datang, air masuk ke dalam rumah. Kamen tak berdaya untuk memperbaiki rumah karena keterbatasan ekonomi sehingga dibiarkan begitu saja. Meski derita keluarga nenek Kamen sudah bertahun-tahun tapi tak ada perhatian dari pemerintah. Untung, kondisi ini sampai ke Yayasan Amal Nusatan Utama (YANU) Jakarta.
Baca juga : Berdiri Bertahun-tahun di Fasum, Warung Permanen Akhirnya Dibongkar Petugas
Menurut Izam, tokoh masyarakat setempat, sudah berulangkali meminta bantuan ke pemerintah. Namun, lanjut dia, sampai saat ini, belum ada bantuan yang datang.
"Saya udah coba mencari bantuan ke pemerintah agar rumah keluarga nenek Kamen mendapat renovasi, tapi belum juga mendapat bantuan," tuturnya, kepada sejumlah wartawan di Cirebon, Senin (8/6/2020).
Setelah kesana kemari mencari donatur, lanjut dia, dapat informasi dan dipertemukan ke YANU Jakarta. "Kami menyampaikan tentang kondisi rumah nenek Kamen," ujarnya.
Baca juga : Komisi IV DPR RI Dukung Perbaikan Irigasi Pertanian
YANU, kata dia, setelah mendapatkan informasi kondisi rumah nenek Kamen, siap bantu. "Alhamdulillah, YANU bersedia bantu merenovasi rumah nenek Kamen," ucapnya.
Ketua YANU Cabang Cirebon Puguh Purwandono saat mendatangi rumah nenek Kamen, menyampaikan, YANU siap melakukan renovasi sampai rumah nenek Kamen layak huni. Merenovasi rumah itu, kata Puguh, akan dimulai Sabtu (20/06/2020) mendatang.
"Saya sudah cek kondisi rumahnya, kondisinya tidak layak huni. YANU akan merenovasi hingga rumah layak huni," janjinya. (MGN)