LampuHijau.co.id - Wartawan senior Republika Rusdy Nurdiansyah diduga diancam ditusuk oleh preman mabuk ketika halal bihalal Lebaran.
Menurut pengakuan Rusdy, preman berinisial A alias G memang dikenal warga sebagai sosok yang kerap berbuat onar. Selain suka mabuk-mabukan pria yang tinggal di lingkungan Perumnas Depok Utara dan di Kantor Balai Kota Depok memiliki kepribadian yang tidak bersahabat.
Rusdi dan A yang tinggal di lingkungan yang sama mengaku mendapatkan ancaman dari A yang ingin menusuknya.
"Glen sudah berniat untuk mengkriminalisasikan saya, Rusdy harus masuk penjara kata dia, kalau nggak gue tusuk diri gue atau gue tusuk dia," ungkap Rusdy yang mengaku punya banyak saksi mata yang menyaksikan peristiwa ini.
Baca juga : Merasa Dirugikan, Pengembang Laporkan Warga Lebak Bulus
Rusdy yang memang dicari A, tiba-tiba datang untuk bersilahturrahmi dan berlebaran bermaaf-maafan dengan salam Corona (tangan dikepal) ke puluhan pemuda tersebut termasuk A. Namun, A yang duduk dan langsung berdiri menepis uluran kepalan tangan Rusdy dan tanpa sengaja mengenai wajahnya.
A kemudian langsung berteriak telah dipukuli dan menantang berkelahi Rusdy. Terjadi cekcok, tapi akhirnya dapat dilerai para pemuda dan warga. Keduanya kemudian diminta warga untuk menyelesaikan masalah, keduanya kemudian duduk berdampingan dan bersalaman.
Tapi, baru beberapa detik bersaman, A kembali 'nge gas' omongan dan berteriak Allahuakbar. "Gue dipukuli, gue akan lapor polisi," teriak A.
Warga pun geram dengan ulah A dan berusaha menghalaunya untuk pergi dari lokasi kejadian. Bahkan, beberapa warga pun tersulut emosi dan hendak memukul A. Namun, berhasil dicegah.
Baca juga : Menyebabkan Dua Orang Tewas, Pengemudi Pajero Ditahan Polisi
"Kita, semua bertetangga, memang A jarang bergaul dan tumben dia muncul. Dengan kondisi mabuk, dia ngomong ngelatur dan ancam Rusdy yang akan dimasukan ke penjara. Kalau tidak terbukti dia akan tusuk perutnya pakai pisau," ujar Rizal, seorang warga yang diamini semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut.
Seorang saksi lainnya, Toto juga membenarkan prilaku A yang memang sebelum kejadian tersebut sudah berniat ingin memprovokasi Rusdy. "Ya, kata-kata ancaman yang diucapin A sama, ingin memenjarakan Rusdy dan akan menusuk perutnya pakai pisau jika tidak berhasil," terangnya.
Ketika dikonfirmasi Rusdy yang merupakan wartawan senior Republika yang bertugas di Kota Depok membenarkan kejadian tersebut.
"Saya datang bersama anak saya hendak bersilahturrahmi, belebaran dengan para tetangga. Semuanya yang hadir saling bermaaf-maafan, cuma Glen yang menolak bersalaman ala kepalan tangan dan tanpa sengaja, kepalan tangan saya mengenai wajahnya saat dia hendak berdiri," ungkapnya, kepada redaksi Jumat (28/5).
Baca juga : Turnamen Tiga Pilar Cup 2020 Jakarta Barat Resmi Ditutup
Ketua Pembina Depok Media Center (DMC) ini mengatakan, sebenarnya warga telah berupaya menyelesaikan persoalan di hari baik, hari Idul Fitri ini. Bahkan, keduanya sempat bersalaman dan A sempat berteriak Allahuakbar, namun setelah itu A berteriak akan melapor ke polisi.
"Dia berusaha memprovokasi warga dengan teriakan Allahuakbar dari mulut berbau alkohol. Infonya saya dilaporkan polisi, tentu saya akan tuntuk balik, dia mabuk bikin onar dan mengacam akan menusuk saya," jelas Rusdy.ASP