LampuHijau.co.id - Pengamat Politik Depok Pro, Ahmad Husni mengatakan bahwa dirinya menyakini Sekda Kota Depok, Dokter Hardiono menjadi kuda hitam dalam perhelatan pilkada tahun 2020.
Menurut Husni ada beberapa hal yang mempengaruhi elektabilitas Hardiono meningkat, yang pertama, Sekda Kota Depok diuntungkan dalam pandemic covid-19 di Depok.
“Hal ini karena dia merupakan dokter, sehingga mengetahui dengan pasti soal kesehatan dan cara menjawab kesehatan, sehingga saat ditanya oleh wartawan akan lebih nyambung dibanding yang lain, karena ada bekal ilmu pengetahuannya, kondisi seperti ini mempengaruhi niainya sebagai salah satu pimpinan di Depok,” ungkapnya.
Baca juga : Pilkada Kepri, Soerya Respationo Elektabilitasnya Tertinggi
Selain paham karena memang memberikan solusi serta menjawab kekhawatiran warga lewat kasus Covid-19, Husni juga berpandangan bahwa vigur Hardiono mampu berkomunikasi dan meyakinkan dan memberikan penjelasan yang baik kepada warga akan covid-19.
“Komunikasi dan bisa meyakinkan warga dalam kasus ini sangat penting, sebab jika ini tidak bisa dikontrol maka bisa menimbulkan kepanikan, saya melihat semenjak awal pilihan Hardiono sangat tepat, dalam media saya baca pada tiga Maret kasus nomor 01, 02 dan 03 di Depok Hardiono menilai bahwa ini merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) namun malah mendapatkan nada miring, tapi pada hakikatnya belakangan adalah memang patut KLB lantaran Covid-19 merupakan penyakit menular. Dari pilihan ini merupakan bukti ketepatan dalam membaca situasi dan berkomunikasi serta meyakinkan dibandingkan dengan pemimpin Depok,” bebernya.
Disisi lain, menurut Husni, wawasan, sikap, dan perilaku sesuai Hardiono sesuai dengan apa yang diharapkan oleh warga Depok. ”Dari media juga saya membaca bahwa Sekda Depok menjawab pertanyaan seputar bansos kota yang bikin pusing RT dan RW di Depok karena di kejar-kejar warga, dan terjadi kecemburuan sosial karena pembagiaan tidak merata dan ada kasus-kasus kecil di lapangan. Nah, hal ini poin positif Hardiono karena mau mendengarkan keluhan dan memberikan solusi,” ungkapnya.
Baca juga : Dimonopoli Pemprov DKI, Pengusaha Nilai Harga Sewa Jaringan Utilitas Sangat Tinggi
Menurut Husni yang tidak kalah hebatnya adalah sosok Hardiono memiliki modal sosial yang sangat besar dan merata di seluruh Depok, “Ini yang tidak banyak tau, yang saya baca bahwa banyak kelompok-kelompok sosial masyarakat yang mendukung Hardiono, namun sosok Sekda Kota Depok ini tau diri karena dia adalah abdi masyarakat atau ASN yang tidak akan mungkin pada saat ini ikut politik praktis,” ungkapnya.
“Dari sisi pembawaan dan pengalaman serta ilmu pengetahuan dalam pemerintahan yang mempuni bisa dinilai dari tokoh yang ada pada saat ini hanya Hardiono yang cocok, dan jika disurvey saya yakin angka elektabilitasnya berada di dua digit,” tegasnya.
Sementara itu menurut Torben Rando Oroh, sebagai Ketua Umum Depok Unite mengaku takjub dengan perkembangan elektabilitas Hardiono.
Baca juga : Naik KRL di Depok, Pekerja Informal Wajib Bawa Surat RT/RW & Surat Keterangan Sehat
Hasil analisis Depok Unite saat ini, elektabilitas Hardiono menempati posisi Hal ini cukup mengejutkan, karena Hardiono adalah sosok baru di ranah politik.
Tren tokoh perempuan di Kota Depok juga sedang naik. Keinginan masyarakat Depok untuk memiliki sosok pemimpin perempuan cukup tinggi, sebab sejak Kota Depok lahir belum pernah ada Walikota atau Wakil Walikota dari kaum perempuan.
Depok Unite sendiri adalah lembaga swadaya masyarakat yang telah dua kali melakukan survei Pilkada di Depok dengan hasil paling mendekati akurat. Pertama di Pilkada 2010 dengan pemenang Nur Berkhidmat, dan kedua di Pilkada Depok 2015 dengan pemenang Idris-Pradi.(ASP)