LampuHijau.co.id - Walaupun pemerintah pusat mengimbau para perantau untuk tidak mudik, hal ini rupanya bukan menjadi penghalang untuk tetap melakukan mudik. Salah satu konsekuensi ketika perantau mudik adalah wajib menjalani karantina mandiri di rumah selama 14 hari. Rupanya, juga ada pemudik yang bandel dan tidak melakukan karantina mandiri. Hal inilah yang membuat warga menjadi resah.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mempunyai cara tersendiri untuk menindak para pemudik yang bandel karantina. Ia mengatakan bahwa banyak desa yang melapor pemudik enggan melakukan karantina mandiri.
Baca juga : Istri Pemain Napoli Ini Senang Bercinta di Tempat Umum
“Jika masih ada yang nekat (tidak melakukan karantina mandiri 14 hari), saya persilakan desa untuk melakukan langkah tegas. Kalau ada rumah kosong dan berhantu, masukkan situ saja,” ujarnya, Selasa (21/4/2020).
Pasalnya, jajaran pemerintah bekerja keras untuk menanggulangi pandemi COVID-19 ini. Ia pun mengatakan bahwa para pemudik diterima dengan baik dan meminta kepada mereka untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Yuni mengatakan, sudah ada 2 desa yang melapor adanya pemudik yang bandel saat dikarantina. Ia pun mengimbau pemudik untuk melakukan karantina mandiri demi kenyamanan dan keamanan bersama.(LHTJ)
Baca juga : Suarez Nggak Pede Barca Dapet Trofi Musim Ini