Pasien Positif Covid-19 Asal Majalengka Wafat di RSHS Bandung

Senin, 20 April 2020, 21:39 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Kasokandel, Kabupaten Majalengka, akhirnya wafat saat dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Data terungkap dalam rekapitulasi harian website Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka, Senin (20/4/2020).

"Ya benar, yang bersangkutan telah wafat," ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Majalengka Alimudin dalam rilisnya.

Warga Kabupaten Majalengka yang wafat tersebut, sempat dua pekan menjalani perawatan di RSHS Bandung. Namun akhirnya wafat pada Minggu (19/04/2020).

Baca juga : Bantu DKI Atasi Covid-19, Jakpro Bangun Dapur Umum TNI-Polri di Kampung Bandan

Menurut informasi yang didapatnya, jenazah tidak dibawa ke kampung halaman. "Tidak dibawa ke Kabupaten Majalengka, tapi dikebumikan di Bandung," ujarnya.

Dengan adanya warga yang wafat positif Covid-19, ia berharap, warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pengawasan (ODP) tak ada yang positif Covid-19. "Saat ini, ODP 428 orang, PDP 29 orang dengan PDP 3 orang meninggal dunia, selesai pengawasan 26 orang dan 3 orang dalam perawatan," ujarnya.

Sedangkan, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka itu, yang positif tidak ada karena telah meninggal dunia. Ia berpesan semua warga agar patuh terhadap himbauan pemerintah dengan cara hidap sehat dan bersih, mengindari kegiatan berkerumun, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitaizer.

Baca juga : Hingga 19 April, Pasien Sembuh Covid-19 Menjadi 207 Orang

Sementara Polres Majalengka membentuk tim khusus untuk mengantisipasi penelantaran dan penolakan pemakaman jenazah pasien Corona atau Covid-19. Tim berjumlah 10 personel ini dibekali latihan penanganan jenazah sesuai prosedur protokol Covid-19 mulai penanganan pertama, penanganan rumah sakit, hingga pemakaman.

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan, untuk melatih kemampuan tim khusus tersebut dilakukan simulasi tata cara mengurus jenazah pasien Covid-19. “Simulasi ini untuk memudahkan tim yang terlibat saat menangani jenazah jika nanti terjadi penelantaran atau penolakan jenazah pasien positif Covid-19,” katanya.

Menurutnya, pelatihan dan simulasi ini penting dilakukan. Pelatihan bisa menjadi bekal kepada anggota supaya selalu siap bertindak sesuai protokol penanganan Covid-19.

Baca juga : Bantu Krisis Covid-19, Inilah Langkah Strategis BAZNAS

"Simulasi ini untuk menambah pemahaman anggota. Tata caranya seperti ini dan tidak bertindak sembarangan," tegasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal