LampuHijau.co.id - Meski saat ini sudah berada di pengujung musim hujan, tapi tak sedikit wilayah di Indonesia yang masih kesulitan air bersih. Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap pun merespons guna mengatasi masalah tersebut, lewat program Sumur Wakaf.
Pendanaan pembuatan sumur ini berasal dari masyarakat Indonesia, yang mewakafkan uangnya lewat Global Wakaf-ACT. Selanjutnya, amanah masyarakat itu disalurkan lewat pembangunan Sumur Wakaf di sejumlah wilayah yang kesulitan air bersih. Tentunya, sumur tersebut akan sangat berharga dan dapat digunakan bagi warga yang membutuhkan.
Baca juga : Silvia Halim, Wanita Sakti di Balik Pembangunan Konstruksi MRT Jakarta
Tak terkecuali dengan masyarakat di Desa Lipek Pageh, Kecamatan Lembah Suganti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang juga kesulitan air bersih. Dikutip dari ACT News, Jumat (5/4/2019), desa tersebut jadi salah satu lokasi implementasi program Sumur Wakaf. Lokasi persisnya di Musala Darul Muttaqien, yang diresmikan pada Jumat 22/3).
Sebelumnya, dikatakan warga setempat, air di musala tersebut kerap mati terutama saat salat berjamaah. Kini, sejak adanya Sumur Wakaf, para jemaah tak perlu khawatir lagi. Selain itu, air juga mengalir hingga ke MCK agar bisa dimanfaatkan warga sekitar.
Baca juga : Kampanye Baru Juga Dimulai, Sandi Udah Rasakan Aura Kemenangan Aja
"Masyarakat biasanya pakai jeriken bekas minyak untuk ambil air ke bukit. Kalau di musala yang kita bangun sekarang, dulu airnya juga sedikit kali sehingga hanya cukup untuk dialirkan melalui satu keran saja. Itu pun kadang ada, kadang tidak," papar Aan, warga Lipek Pageh.
Warga setempat menyambut baik pembangunan Sumur Wakaf di daerah mereka. Karenanya, mereka pun turut bergotong royong dalam proses pembuatan sumur tersebut.
Baca juga : Debit Air Cimanuk Makin Meningkat, Warga Indramayu Dievakuasi
"Alhamdulillah, tidak ada kendala, ditambah masyarakatnya juga ikut bergotong royong dan sangat kompak," pungkas Aan. (Yud)