300 Siswa Setukpa Polri Positif Corona (Dikarantina di Asrama)

Rabu, 1 April 2020, 21:38 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Ada 300 siwa Setukpa Lemdikpol Polri di Kota Sukabumi yang dinyatakan positif Covid-19. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan kalau hal tersebut benar. "Sesuai perintah Bapak Kapolri, kita cek ke sini. Ada Ka SDM Polri dan Karo Psikologi dengan juga Kepala Setukpa. Jadi kita langsung mengecek, mengawasi, melihat, kita memberikan beberapa arahan-arahan berkaitan dengan siswa tersebut," kata Argo.

Awalnya ada satu orang siswa yang Demam Berdarah. Saat dilakukan rontgen ternyata paru-parunya berkabut. Hasilnya dirujuk ke RS Kramat Djati. “Setelah itu ada delapan orang siswa merasa demam. Kita lakukan rontgen dan berkabut juga. Delapan itu kita rujuk ke RS Kramat Djati Polri. Ini ada sembilan orang, kemudian yang dua orang kita kirim ke RS Bhayangkara di Brimob perawatannya," lanjut Argo.

Baca juga : 160 Positif Corona, Anies Minta Wali Kota dan Lurah Kerja Keras

Selanjutnya 1.550 siswa di Setukpa menjalani rapid test beberapa hari lalu. Dari jumlah tersebut, 300 siswa dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil rapid test.
"Saat ini 300 siswa yang dinyatakan positif usai rapid test tersebut ada di Setukpa, kemudian 1.250 siswa lainnya itu cuti. Dari 300 ini sudah dilakukan langkah oleh Setukpa, Pusdokes Polri, SDM Polri, dan Kasetukpa," ucap Argo.

Saat ini kondisi 300 siswa tersebut dalam keadaan baik dan dikarantina di asrama. "Yang pertama isolasi mandiri, kedua adalah pemberian vitamin C injeksi maupun tablet. Kemudian rontgen, olahraga ringan, berjemur. Itu semua sudah kita lakukan,” kata Argo.

Baca juga : Cegah Kekerasan Seksual, Polres Cirebon Kota Minta Orangtua Awasi Anak

Sementara itu Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Musyafak, menjelaskan kalau hasil rapid test bukan berarti sudah benar-benar terjangkit Corona. "Perlu kita ketahui bahwa pelaksanaan rapid test ini tidak menjamin yang bersangkutan positif COVID-19. Karena rapid test akurasinya hanya kurang lebih 80 persen dan itu pun tidak khusus COVID-19," kata Musyafak.
Kendati demikian, lanjut Musyafak, 300 siswa Setukpa tersebut tetap diperlakukan seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP). Selain itu, proses belajar mengajar di Setukpa dihentikan sementara.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal