LampuHijau.co.id - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cirebon mendistribusikan 300 boks makanan sehat untuk petugas medis di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati, Kota Cirebon. Pendistribusian ini sebagi bentuk kepedulian ACT untuk pahlawan medis, yang bekerja sangat keras menghadapi Pandemi Covid-19 yang sudah terjadi sejak awal Maret.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan seluruh pekerja medis dalam menghadapi wabah corona ini, khususnya yang terjadi di Cirebon," kata Ade Rully, Kepala Cabang ACT Cirebon dalam rilisnya, Senin (23/3/2020).
Mereka, lanjutnya,merupakan garda terdepan, apalagi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Cirebon ditetapkan sebagai salah satu zona merah Corona. "Maka, pasti perjuangan para pekerja medis di RSD Gunung Jati sebagai Rumah Sakit rujukan akan lebih keras lagi," ujarnya.
Baca juga : ACT Implementasikan Amanah Dermawan Indonesia untuk Muslim di New Delhi
Menurutnya, operasi pangan gratis untuk pahlawan medis ini hasil dukungan puluhan ribu masyarakat Indonesia, yang digalang melalui crowdfunding kitabisa.com yang di inisiasi Selebgram Rachel Vennya
“Seluruh masyarakat Indonesia mendukung dan selalu mendoakan perjuangan pekerja medis dalam menghadapi wabah Covid-19," ujarnya.
Selain operasi pangan ini, ACT Cirebon juga sudah melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan di beberapa fasilitas umum seperti masjid, sekolah dan pesantren. Hal ini, katanya, sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Covid 19, di mana kegiatan penyemprotan disinfektan akan terus berlanjut di beberapa fasilitas umum lainnya.
Baca juga : JNE Gandeng BAZNAS Donasikan 1.000 Pasang Sepatu untuk Korban Bencana di Palu
Wakil Direktur Umum dan Keungan RSD Gunung Jati Eva Wulansari sangat mengapresiasi apa yang dilakukan ACT Cirebon. “Terima kasih yang sangat dalam kami ucapkan atas kepedulian rekan-rekan dari Aksi Cepat Tanggap. Distribusi makan ini memang sangat bermanfaat untuk rekan-rekan medis maupun paramedic yang bertugas hampir tanpa Istirahat. Dari para dokter, perawat, sampai para petugas kebersihan, security, admin dan lainnya.
Insya Allah, ini juga bisa menjadi semangat bahwa kami ada yang memperhatikan," kata Eva.
Eva menambahkan, selain makanan, saat ini, RSD Gunung Jati juga sangat membutuhkan APD untuk para pekerja medis yang bertugas setiap hari. Walau anggaran ada, barangnya sangat sulit didapatkan. Kelangkaan APD dan alkes seperti masker memang sudah terjadi beberapa hari di Cirebon.
“Mohon bantuan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar kami tetap kuat dan sehat sampai wabah ini bisa teratasi," ujar Eva.
Sampai hari Senin (23/03), dari data yang dihimpun untuk Covid-19 di Kabupaten Cirebon terdapat 20 pasien dalam pengawasan (PDP) di mana 17 pasien masih dirawat, 3 dinyatakan sehat dan sudah pulang. Sementara data untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) terdapat 97 orang, di mana 31 dalam proses pemantauan dan 66 orang selesai pemantauan. Untuk kasus positif masih di angka satu orang dan masih dalam proses isolasi di RSD Gunung Jati. (MGN)