LampuHijau.co.id - Untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona di Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi berencana membatasi warganya beraktivitas di Jakarta. Opsi pembatasan pergerakan warga Bekasi ini akan dilakukan jika jumlah kasus Covid-19 di Jakarta semakin meningkat. “Ya kami membatasi warga Bekasi yang punya intensitas tinggi di Jakarta dan berisiko tinggi (terpapar wabah corona),” ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, kemarin. Sampai kemarin, menurut Pepen, kasus corona di Jakarta hingga belum ada peningkatan yang signifikan. Karena itu opsi yang direncanakan belum diambilnya. “Dalam interpretasinya saya melarang untuk melakukan akivitas ke Jakarta itu saat populerasi jumlah (kasus Covid-19) yang ada di Jakarta itu meningkat,” ujar Pepen.
Baca juga : Kasus Suap Akil, Pengacara Bonaran Laporkan Bupati Tapteng ke Dewas KPK
Pilihan untuk melakukan pembatasan dilakukan karena 60 persen warga Bekasi bekerja dan beraktivitas di Jakarta. “Ada 60 persen warga Bekasi yang beraktivitas di Jakarta maka interaksi harus dijaga. Jadi kalau pembatasan mencegah agar tidak mendapatkan (Covid-19) dari titik di mana mereka tidak menyebarkan atau tidak mendapatkan (Covid-19),” katanya. Keputusan pembatasan itu belum diambil karena pihak Pemkot masih memantau penyebaran covid-19 di daerah-daerah perbatasan dengan Bekasi. Harapannya kasus penyebaran corona berangsur-angsur turun.
Baca juga : Waduh, Virus Corona Makin Mengerikan, Kenali Gejala & Cara Pencegahannya
Hal senada disampaiakn oleh Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi, Sajekti Rubiyah. Kemungkinan terburuk jika angka penyebaran virus corona terus meningkat di Jakarta, Pemkot Bekasi siap untuk lockdown atau membatasi aktivitas warganya ke Jakarta. "Ya kalau memang di wilayah di luar Bekasi lebih tinggi, masalahnya masyarakat Kota Bekasi itu banyak bekerja di Jakarta," kata Sajekti. Namun Pemkot Bekasi saat ini masih terus mengkaji jika opsi lockdown terpaksa memang harus diambil. Ia menjelaskan, ada dampak positif dan negatif jika opsi diterapkan. Lockdown di satu sisi memang penting untuk menekan angka penyebaran virus corona di masyarakat, namun juga harus siap mengantisipasi soal persediaan bahan pangan bagi warga.(LHTJ)