Crazy Rich from Bogor

Pengemis Tajir Punya Sopir Pribadi, Dibayar Rp 550 Ribu, Tiap Hari Dijemput

Kamis, 21 Maret 2019, 11:06 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Warga Bogor ramai membicarakan pengemis tajir yang terjaring razia Satpol PP, Senin (18/3) lalu. Foto pengemis yang ditaksir berusia 60 tahun saat hendak naik ke mobilnya, juga ramai dikomentari netizen.

Pengemis yang punya ciri khas bentuk hidung tak sempurna itu ternyata cukup dikenal warga Bogor karena sering melihatnya saat menjalankan aksinya. Salah seorang warganet dengan akun @p.dwivira bercerita tentang sosok pengemis tajir itu. Konon, selain biasa membawa mobil sendiri, pengemis kaya itu juga kerap menggunakan supir pribadi. Tidak tangung-tanggung, si supir bisa digaji Rp200-500 ribu sehari.

“Kabar ini sebenernya udah lama, akupun dapet info dari abang grab waktu itu, jadi si bapak ini tuh punya supir. Nah supirnya ini ngobrol sama driver yg aku tumpangi ini, si supir bapak ini cerita kalo dia sekali disupirin bisa dapet 200-500 ribu perhari,“ komentar akun @p.dwivira.

Baca juga : Pengemis Tajir Keciduk Razia Satpol PP Eh Mau Kabur Naik Avanza (Mobil Pribadinya)

“Kebayang ga? Yg kerja aja gak sampe segitu per hari, nah makanya dia ngemis beralasan gitu, terus si supirnya bilang kalo si bapak ini rumahnya dimana ya? Aku lupa tapi mewah banget deh, mobilnya juga ada banyak gak itu doang,” katanya lagi.

“Terus si bapak initeh kalo ngemis kalian dengerin deh mulutnya kayak solawatan, tapi itu solawatan yg aneh, dengerin deh, aku pernah dengerin dan itu freak banget, jadi dia cuman kedok peci sorban koko sarung doang, mulutnya gajelas komat kamit, bikin kasian bangetkan?,” ujar akun ini lagi.

“Perhatiin aja galusuh banget bajunya, gak kayak yg lain, mending kasih ke yg badut badut, asli mereka kasian banget jual jasa hiburan buat anak anak, udah panas panasan diripula, sekian hehe,” katanya. Sementara itu, teka-teki dimana alamat pengemis kaya yang menjadi buah bibir masyarakat Bogor lantaran memiliki mobil dan rumah mewah, mulai terungkap.

Baca juga : Deni Rahayu Anak Ideologis Dedi Mulyadi Ajak Warga Subang Menangkan Jimat-Aku

Seorang warganet yang tinggal di Kp Jakimun Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mengaku mengenal pengemis tajir tersebut. Pemilik akun @kzendraokta29 itu mengatakan bahwa pengemis kaya yang kerap mangkal di simpang Yasmin Bogor tersebut tinggal di dekat rumahnya di Kecamatan Cibungbulang. “Sama rumah saya cuma beda kampung aja,” ucapnya. Setiap pagi dia bertemu dengan pengemis berusia sekitar 60 tahun itu di pinggir jalan saat hendak berangkat kerja.

“Sering liat dia nunggu di pinggir jalan, lalu dijemput sama mobil Avanza. Setiap pagi ketika saya berangkat kerja pasti si bapak itu ada,” bebernya. Awalnya, dia sempat mengira si bapak itu tinggal di Kota Bogor. Sebab, setiap hari mengemis di kawasan Yasmin Bogor. “Saya juga ngerasa heran aja, saya kira dia tinggal di daerah Bogor Kota, tapi faktanya dia malah tinggal dekat sekali dengan rumah saya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Satpol PP Kota Bogor merazia pria pengemis yangakhirnya diketahui bernama Herman. menyangkal jika memiliki mobil seperti foto yang viral di media sosial. Herman mengaku, mobil tersebut disewanya setengah hari Rp 80 ribu. Ia beralasan sengaja menyewa mobil karena jarak dari rumah ke tempatnya mengemis di wilayah Kota Bogor cukup jauh.

Baca juga : Imigrasi Jakarta Pusat akan Tindak Para Pencari Suaka dan Pengungsi yang Berulah

"Itu bukan mobil saya, cuma nyewa di dekat rumah setengah hari Rp 80 ribu sama sopir. Kalau ngecer kaki saya suka sakit jadi nyewa mobil pulang pergi," kata Herman,. Herman menambahkan, dirinya menjadi pengemis sejak tahun 1980-an. Dengan adanya cacat di bagian wajahnya, Herman meminta belas kasih pengendara di jalan.

"Sudah dari tahun 80-an (ngemis). Pokoknya yang di Facebook itu saya punya angkot tiga lah, punya mobil enggak bener itu. Saya cuma nyewa aja," kata dia. Kakek dua cucu itu menjelaskan setiap harinya pergi mengemis sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Penghasilannya pun cukup besar, baru dua jam mengemis Herman sudah mendapat Rp 120 ribu. "Tadi baru ngemis dari jam 6 sampai jam 8 dapet Rp 120 ribu. Kalau sehari itu bisa sekitar Rp 150-200 ribu tapi enggak pasti, hari Jumat libur," kilahnya.

Uang dari hasil mengemis di beberapa persimpangan jalan di Kota Bogor itu diakuinya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama satu anak dan dua orang cucu kesayangannya. "Anak saya cuma satu, dia kerja di Pamulang jadi petugas kebersihan. Gajinya enggak cukup jadi saya bantu ngemis di jalan," ungkap Herman.

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal