Aktivis 98: Sekda Hardiono Cocok Gantikan Wali Kota Idris

Sabtu, 7 Maret 2020, 16:44 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pembangunan Kota Depok yang kurang pesat didukung dengan problematika sosial yang pelik, membuat kota dengan julukan Kota Belimbing tersebut membutuhkan sosok yang mampu menangani segala permasalahan secara cerdas dan cepat.

"Kasus (virus) Corona di Depok itu bukti pemimpin di Depok sekarang ini seperti pemadam kebakaran. Padahal, kasus Corona merupakan kasus yang mematikan. Semestinya siaga Corona di Depok sudah dilakukan sebelum kasus tersebut masuk, dan nyatanya sosialisasi pemerintah bisa dinilai nihil," kata Sekjen D'Pro Ahmad Husni.

Baca juga : Bawa Alat Hisab Sabu, Dua Cowok Diamankan Anggota Polres Jaksel

Selain itu, Husni juga mengatakan, dari sisi pembangunan infrastruktur, menurut dia bisa dilihat di Margonda, trotoar kondisinya apa adanya dan banyak pedagang kaki lima. Selain itu, jembatan penyeberangan juga tidak banyak, padahal orang sekarang susah menyeberang di Margonda dan rentan kecelakaan. Sebenarnya konsep Depok itu seperti apa sih?" ujarnya.

Husni mengatakan juga bahwa kasus corona di Depok bentuk keteledoran dari wali kota yang tidak tanggap hingga saat ini. "Mestinya petugas puskesmas ayo dong turun ke warga dan sekolahan! Sosialisasikan soal Corona dan cara penanganannya.

Baca juga : Dilanda Banjir, Warga Bekasi Muak dengan Janji Wali Kota

Contoh yang dilakukan Sekda Depok Hardiono, yang saya nilai dia lebih layak pimpin Depok kedepan gantikan Mohamad Idris," tegasnya.

Sementara terkait dengan kasus Corona, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbulah Rahmat menilai bahwa pemkot Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Mohamad Idris lamban dalam bertindak.

Baca juga : Naik Rp 300.000 Honor Ketua RT/RW di Kabupaten Bekasi Jadi Rp 1 Juta, Berlaku Tahun 2021

"Petugas kesehatan semestinya melakukan sosialisasi untuk melakukan sosialisasi pencegahan," tegas Hasbulah. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal