LampuHijau.co.id - Penanganan bencana di setiap peristiwa dan wilayah terdampak haruslah tuntas. Selain untuk membantu para korban, penanganan pascabencana juga harus diperhatikan. Selain bantuan logistik maupun makanan, juga psikis dan tempat tinggal korban.
Demikian pula yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Lembaga kemanusiaan yang kerap terjun di tiap bencana dan konflik kemanusiaan ini, beberapa kali mendampingi para korban terdampak, sejak awal peristiwa hingga pemulihan pascabencana.
Dan pengadaan shelter atau tempat tinggal sementara yang layak huni dan dilengkapi berbagai macam fasilitas di dalamnya, kerap dilakukan ACT, seperti untuk korban bencana di Lombok, Halmahera Selatan, Palu, dan lainnya. Terbaru, ACT juga mendirikan shelter yang dinamakan Integrated Community Shelter (ICS) atau Hunian Nyaman Terpadu bagi para korban banjir dan longsor di Lebak, Banten.
Baca juga : Begini Kondisi Pengungsi Banjir Bandang Lebak Saat Ini
Proses peletakan batu pertama di ICS sebagai bentuk komitmen ACT dilaksanakan di Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Lebak, Rabu (4/3/2020), bagi para korban yang diterjang banjir dan longsor di awal tahun 2020 ini. Hunian Nyaman Terpadu didirikan agar para korban dapat tinggal di tempat yang lebih layak. Apalagi, di dalam kompleks shelter ini juga dilengkapi fasilitas lain, seperti masjid/musala, toilet (MCK), tempat bermain anak, dan lainnya.
Para korban yang sudah tak punya rumah, selama ini hanya tinggal di tempat pengungsian atau di rumah kerabat. Dan dalam waktu dekat, mereka akan menempati ICS yang dibangun ACT.
Nantinya, sebanyak 52 keluarga bakal menempati 52 hunian nyaman terpadu. Proses pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 3-4 pekan usai peletakan batu pertama.
Baca juga : Anak Putus Sekolah di Cimahi Jadi Korban Rudapaksa di Kebun Labu Siam
"ICS merupakan serangkaian program dari ACT untuk korban bencana di Lebak. Dengan adanya hunian ini warga tak perlu khawatir memikirkan tempat tinggal lagi, tapi bisa berfokus pada perbaikan ekonomi,” jelas Presiden ACT Ibnu Khajar, yang dikutip dari news.act.id, Rabu (4/3/2020).
Untuk diketahui, sejak pertama bencana terjadi, ACT menerjunkan sejumlah relawannya untuk membantu para korban di Lebak. Selain itu, bantuan logistik yang dibutuhkan dan makanan juga didistribusikan. ACT juga terus mendampingi para korban hingga kini, yang kemudian juga mendirikan Hunian Nyaman Terpadu.
Sementara Kepala Desa Sukarame Dede Sahrudin yang mewakili warga, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan dari ACT. Ucapannya ini seperti diutarakan usai acara pelatakan batu pertama pembangunan ICS di desanya.
Baca juga : ACT Masih Dampingi Korban Terilosir Akibat Longsor di Bogor
Tak hanya mengirimkan relawan saat membantu evakuasi warganya, kata dia, ACT juga menyediakan logistik dan makanan siap santap. Bahkan, kini juga membangunkan hunian bagi warga. Dikatakannya, kehadiran ACT di desanya sangat membantu warga. (YUD)