Pemda Kota Cirebon Didesak Beri Kompensasi ke Warga Argasunya

Selasa, 3 Maret 2020, 20:32 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon didesak memberikan kompensasi kepada warga di Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon.

Desakan ini disampaikan anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Partai Gerindra Daddy Rohanadi saat reses di Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, Selasa (3/3/2020). Menurut dia, pemberian kompensasi karena kesediaan warga membiarkan kampung halamannya jadi tempat pembungan sampah akhir (TPA) Kopi Luhur.

"Mereka wajar memperoleh kompensasi atas kesediaan kampung halamannya jadi tempat penampungan sampah," katanya.

Baca juga : Pemda Kota Cirebon Bangga Fasilitas FK UGJ Makin Lengkap dan Canggih

Apalagi, kata dia, menjadi tempat penampungan sampah se-Kota Cirebon. Harusnya tiap daerah di Kota Cirebon memberikan tipping fee saat mengirim sampah ke Argasunya.

"Jika tidak mau, silakan bakar sampahnya masing-masing dengan resiko bau di tempat masing-masing. Tentu itu tidak akan mereka tempuh," jelasnya.

Maka dari itu, kata dia, secara logika, ketika ada warga mau menampung sampah di daerahnya, harusnya punya empati untuk mereka. "Masa sih hanya mau buang sampahnya doang. Kita yang nikmat, orang lain yang terima baunya. Siapa yang mau dengan kondisi itu?" tanyanya.

Baca juga : Waduh, Virus Corona Makin Mengerikan, Kenali Gejala & Cara Pencegahannya

Terlagi, kata dia, warga tak hanya menerima baunya saja, tapi juga penyakit. Jika warga tidak dapat kompensasi dalam bentuk uang, minimalnya pelayanan kesehatan.

"Pelayanan kesehatan didekatkan ke sini. Kalau tengah malam, misal, warga gatal-gatal, mereka bisa berobat secepatnya. Tak perlu warga pergi ke RS Gunung Jati," ujarnya.

Daddy berpesan, agar dewan asal Partai Gerindra di Kota Cirebon memperjuangkan masyarakat agar mendapatkan kompensasi. "Partai Gerindra harus menjadi pelopor hadir di tengah masyarakat. Partai Gerindra agar mendorong APBD berpihak kepada masyarakat," pesannya.

Baca juga : PWI Jaya Kembali Sampaikan Donasi untuk Wartawan Korban Banjir

Salah satu warga Kelurahan Argasunya, Yugiono, membenarkan selama ini belum mendapatkan perhatian dari Pemkot Cirebon. "Pemerintah tidak memberikan perhatian mengenai kesehatan warga di sini," tegas pria biasa disapa Ono, tersebut.

Padahal, kata mantan Ketua RT ini, warga merasakan sesak nafas, batuk, dan gatal-gatal. "Kalau bisa, tempat sampah (TPA Kopi Luhur) dipindah, jangan di sini," pintanya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal