LampuHijau.co.id - RW 17 Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon ditargetkan menjadi Kampung Batik Pewarna Alami.
Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati mengatakan, perlu adanya penataan wilayah, pelatihan terhadap warga, produksi dan pemasaran batik. "Namun, menjadikan Kampung Batik tidak mudah," kata Eti Herawati di Bascamp Batik Story Kriyan di Kota Cirebon, Selasa (03/03/2020).
Namun, ia optimis RW 17 Kriyan Barat menjadi kampung batik. Tentunya perlu dukungan semua pihak dalam mewujudkan hal ini.
Baca juga : Sergio Ramos Pernah Ditolak Jadi Kapten Sevilla
"Kita baru mulai satu tahun, daerah lain ada yang sampai tujuh tahun untuk jadi kampung batik," ujarnya.
Kepala Disnaker Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, dalam upaya mewujudkan Kampung Batik, dinasnya melakukan pelatihan membatik terhadap 20 warga RW 17 Kriyan Barat, selama 24 hari. Mereka, katanya, akan diajarkan membatik dengan bahan perwarna alami, desain dan cara meramu bahan perwarna alami, serta hak cipta motif batiknya. Pelatihannya, membatik tulis dan cetak. Alasannya, jika batik tulis saja hasil produksinya lama. Sedangkan produksi batik cetak lebih cepat.
'Peserta pelatihan difokuskan untuk produksi batik, sedangkan penjualan akan melatih karang taruna. Mereka dilatih digital marketing," jelasnya.
Baca juga : Tempati Kantor Baru, PKB DKI Targetkan 25 Kursi di Kebon Sirih
Sementara Ketua RW 17 Kriyan Barat Bambang menyampaikan, warga sangat antusias ikut serta dalam pelatihan membatik digelar Disnaker Kota Cirebon. Namun, kata dia, karena kuotanya dibatasi akhirnya hanya 20 warga saja. Yang daftar lebih dari 30 warga, tapi diseleksi.
"Kuota dibatasi hanya untuk 20 orang," jelasnya.
Bambang berharap ke depan setiap rumah bisa produksi. "Basecamp ini hanya digunakan untuk pameran dan penjualan batik saja," katanya. (MGN)