LampuHijau.co.id - Pekalongan, Jawa Tengah menjadi adalah salah satu wilayah yang turut terendam banjir pada Kamis (27/2/2020) kemarin.
Tak hanya di Jabodetabek, hujan deras pada Kamis kemarin itu, juga membuat hampir 80 persen wilayah Kota Pekalongan terkena dampak banjir parah. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Dan di tempat pengungsian, bantuan kepada para korban terbilang minim.
Lebih dari 1.700 jiwa mengungsi ke fasilitas umum yang ada di Pekalongan. Mereka menempati perkantoran dan tempat umum lainnya yang tak terendam banjir. Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-Aksi Cepat Tanggap (ACT) merupakan salah satu tim relawan yang turut membantu evakuasi warga.
Baca juga : Ikhtiar ACT Antisipasi Corona, Kirim Masker ke Berbagai Negara
Dan dikabarkan ACT News, Tim MRI-ACT hingga kini masih bertahan guna mengantisipasi banjir susulan, mengingat bulan Februari hingga Maret diprediksi curah hujan sangat tinggi.
Dikatakan Iwan Gunawan dari Tim MRI Pekalongan, sulitnya banjir surut lantaran wilayah yang terendam merupakan dataran rendah dan berdekatan dengan laut. Pihaknya, selain membantu evakuasi warga, juga mendistribusikan berbagai kebutuhan bagi para korban banjir.
"Saat ini warga butuh makanan siap santap, obat-obatan, air mineral, hingga pakaian hangat," ungkapnya seperti dikutip dari news.act.id, Jumat (28/2/2020).
Baca juga : Alhamdulillah, Humanity Water Tank-ACT Masih Setia Dampingi Warga Gaza
Selain itu, ACT News mengabarkan sejumlah wilayah di Pekalongan yang belum tersentuh bantuan. Di antaranya Pasirsari, Pasirsari Barat, Karangjompo, dan Pesanggrahan. Di daerah ini masih banyak juga warga yang bertahan di rumah masing-masing. Apalagi, di wilayah tersebut para warga juga banyak yang memilih bertahan di rumahnya masing-masing.
Sementara diungkapkan Zulhakim, warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Wonokerto, banjir yang terjadi di desanya yang tertinggi dibanding sebelumnya. Lanjutnya, lingkungan tempat tinggalnya terendam hingga sekitar 40-50 cm.
"Sebagian warga telah mengungsi, khususnya ibu-ibu dan anak. Sedangkan untuk bantuan, belum merata sampai sini,” ungkapnya. (YUD)