Dongkrak Wisatawan, Kesultanan Kasepuhan Cirebon Luncurkan Aplikasi GWIDO

Minggu, 1 Maret 2020, 19:47 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kesultanan Kasepuhan Cirebon kerja sama dengan CV Akses Digital meluncurkan aplikasi GWIDO, untuk memudahkan wisatawan dapat informasi tentang Keraton Kasepuhan dan Gua Sunyaragi.

Sultan Sepuh XIV Kesultanan Cirebon PRA Arief Natadiningrat mengatakan, kebudayaan masih dipandang sebelah mata, sehingga mulai tenggelam oleh kebudayaan asing. Jika tidak berinovasi, kebudayaan akan tenggelam.

Karena ingin tetap bertahan, bahkan maju, Sultan pun berupaya melakukan inovasi dengan meluncurkan aplikasi GWIDO. "Melalui GWIDO, kami menyimpan berbagai informasi dan agenda tentang Keraton Cirebon serta Gua Sunyaragi," katanya di Kota Cirebon, Jawa Barat, Minggu (1/3/2020).

Baca juga : Dana CSR Turunkan Angka Kemiskinan, Bupati Cirebon Beri Apresiasi ke Perusahaan

Sehingga, menurut dia, memudahkan wisatawan ke Cirebon. "Bisa jadi teman bagi wisatawan. Keraton lain mungkin belum punya aplikasi ini, ini mungkin yang pertama," jelasnya.

Sultan optimis dengan aplikasi ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Meskipun saat ini, kunjungan wisatawan menurun akibat virus Corono dan musim hujan.

"Alhamdulillah, meski tidak seperti di Jogyakarta dan Bali, kunjungan wisatawan dari mancanegara, seperti Belanda dan Jerman masih banyak berkunjung ke sini," ujarnya.

Baca juga : Sekda Berharap Pemadam Kebakaran Kota Cirebon Punya Peralatan Canggih

President Director CV Akses Digital Faisal Akbar menyampaikan, aplikasi ini lahir untuk memberikan sudut pandang berbeda dalam beriwisata sejarah dan budaya Cirebon.

"Dikemas dalan sudut pandang generasi milenial dengan tujuan menumbuhkan ketertarikan dan keinginan tahu terhadap kebudayaan Cirebon," ucapnya.

Di aplikasi ini, ada fitur Augmented Reality (RA). Dengan AR, hanya dengan men-scan objek tertentu, para pengguna dapat melihat objek 3D beserta informasi detailnya. Kemudian, fitur informasi. Dari sini, berkreasi sambil belajar, yang memuat informasi sejarah seputar baluarti dan objek-objek pusaka.

Baca juga : Ingin Tetap Aman dan Damai, Multaqa Ulama Cirebon Tolak People Power

Berikutnya fitur bilingual. Di sini, tak hanya pengunjung lokal, pengunjung mancanegara akan dimudahkan dalam penggunaan aplikasi dengan berbahasa indonesia dan inggris. Selanjutnya, fitur acara. Dari sini, pengguna aplikasi mendapatkan informasi terbaru acara-acara yang diadakan di Keraton Kasepuhan dan Gua Sunyaragi. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal