Warga Semarang Serukan Aksi Bela Palestina

Berbagai komunitas di Semarang menggelar Aksi Bela Palestina di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. (Foto: ACT)
Rabu, 12 Februari 2020, 12:09 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Terbentang jarak hingga ribuan kilometer, namun Indonesia menjadi salah satu negara terdekat bahkan boleh dibilang sahabat bagi Palestina.

Kedermawanan masyarakat di Tanah Air adalah faktor utamanya, yang lantas menjadikan warga palestina merasa Indonesia bak mendekapnya erat di kala mereka berada dalam kondisi terpuruk akibat perang berkepanjangan. Konflik peperangan antara Palestina dengan Israel, yang memicu krisis kemanusiaan membuat jutaan warga Palestina menderita.

Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar tak menutup mata. Berbagai penggalangan dan guna membantu saudara di Palestina digalakkan. Tak hanya dalam bentuk bantuan pengiriman logistik maupun dana, di Tanah Air juga sering menyerukan dukungannya lewat aksi-aksi turun ke jalan.

Baca juga : KEREN! Bakal Ada Humanity Food Truck di Palestina Lho...

Demikian juga yang dilakukan berbagai komunitas di Semarang, Jawa Tengah sebagai respons atas Proposal perdamaian sepihak The Deal of The Century, yang juga menimbulkan penolakan di wilayah Palestina, seperti dikutip dari news.act.id, Selasa (11/2/2020).

Aksi yang diikuti sekitar 80 orang ini, berasal dari berbagai elemen masyarakat seperti Polrestabes Kota Semarang, Kodim 0733, Kammi, Insani, UKKI, MRI, Ikadi, Formis, dan ACT. Mereka menyuarakan aksi kebangsaan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Semarang pada Jumat (7/2) kemarin.

Proposal The Deal of The Century terkait perdamaian Palestina-Israel yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, memicu penolakan banyak pihak. Salah satunya Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, yang menyayangkan kesepakatan tersebut, lantaran akan sangat menyakiti hati rakyat Palestina.

Baca juga : Jalan Tol Semarang-Demak Seksi II Mulai Dibangun, Wanita Emas: Semoga Lancar

Langkah MUI pun didukung oleh Forum Masyarakat Semarang (FMS) dengan mengimbau pemerintah Indonesia untuk terus menyuarakan keadilan. "Saat bicara mengenai perjanjian tersebut dan konflik di Palestina, maka Indonesia harus secara konsisten berpegang teguh pada amanah konstitusi. Prinsip ‘solusi dua negara/two-state solution’ yang menghormati hukum internasional dan parameter yang disepakati secara internasional, harus dipegang teguh sebagai solusi dalam penyelesaian masalah di Palestina," papar Giyanto, perwakilan FMS dikutip news.act.id.

Ditambahkan Kepala Regional Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Tengah Sri Suroto, Palestina tak pernah berjuang sendirian. Lanjutnya, Rakyat Indonesia akan terus mendukung mereka mendapatkan hak-haknya.

"Mari kuatkan persaudaraan. Selama kita masih sepakat untuk menghapuskan segela  bentuk penjajahan di atas muka bumi, maka selama itu kita akan terus membantu perjuangan Palestina hingga merdeka," tekadnya. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal