LampuHijau.co.id - PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon terus memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan prasarana perkeretaapian melalui optimalisasi pengoperasian Track Maintenance Management System (TraMMS).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan pemeliharaan, serta memastikan administrasi data prasarana tercatat secara tertib, akurat, dan akuntabel.
Aplikasi baru TraMMS yang sudah memasuki pembaruan tahap 5 ini juga menjadi bagian dari upaya KAI dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan proses bisnis perusahaan, khususnya pada Unit Jalan Rel dan Jembatan (JJ).
Baca juga : Tingkatkan Keselamatan, KAI Daop 3 Cirebon Operasikan 6 Gardu JPL
Unit yang selama ini berfokus pada fungsi cost center kini turut mendukung proses bisnis yang berorientasi pada profit center melalui skema pembiayaan Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Kereta Api Milik Negara (Infrastructure Maintenance and Operation/IMO).
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan prasarana, sekaligus memastikan setiap kegiatan perawatan didukung oleh data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui aplikasi TraMMS, kami ingin memastikan proses pencatatan dan pelaporan kegiatan perawatan prasarana berjalan lebih tertib, akurat, dan terintegrasi. Data yang terdokumentasi dengan baik menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pemeliharaan serta menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api,” ujar Muhibbuddin.
Baca juga : KAI Daop 3 Cirebon Kenalkan Dunia Perkeretaapian kepada Pelajar
Terdapat alur pencatatan fitur Pemeriksaan oleh Engineer, baik melalui metode lokride/pemeriksaan menggunakan kereta api maupun pemeriksaan berjalan kaki, serta pembaruan dan pelengkapan data aset prasarana jalan rel. Fitur-fitur tersebut diharapkan dapat mendukung konsistensi pencatatan hasil pemeriksaan dan memastikan data prasarana selalu terbarui.
Muhibbuddin menambahkan bahwa keberhasilan penerapan sistem digital tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikannya secara optimal.
“Digitalisasi harus diikuti dengan peningkatan kompetensi pegawai, sehingga setiap kegiatan pemeriksaan dan perawatan prasarana dapat terdokumentasi secara tepat waktu dan sesuai kondisi di lapangan,” tambahnya.
Baca juga : KAI Daop 3 Cirebon Hadirkan Diskon Tiket KA 20 Persen di Padel Connect Tournament
Melalui optimalisasi TraMMS, KAI Daop 3 Cirebon berharap pengelolaan data prasarana semakin terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Pencatatan kegiatan perawatan secara real-time juga diharapkan mampu memperkuat proses evaluasi dan pengambilan keputusan, sehingga pemeliharaan prasarana dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Upaya ini menjadi wujud komitmen KAI Daop 3 Cirebon dalam mengembangkan budaya kerja berbasis digital serta terus meningkatkan keandalan prasarana demi mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan lancar bagi seluruh pelanggan. (MGN)