LampuHijau.co.id - Perairan di sekitar Natuna, Kepulauan Riau, yang beberapa waktu kemarin didatangi kapal asing membuat gerah lembaga kemanusaan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Respons cepat dilakukan ACT dengan mendistribusikan bantuan berupa pangan, kepada keluarga di Natuna yang diketahui mayoritas masih prasejahtera.
Mengutip dari news.act.id, ACT masih mendistribusikan bantuan pangan tersebut hingga hari Senin (13/1/2020) kemarin. Bantuan pangan yang dipasok tak hanya berasal dari Kepulauan Riau. Bahkan, beras seberat 25 ton diberangkatkan dari Lumbung Beras Wakaf (LBW) di Blora menuju Natuna. Beras itu diangkut menggunakan tiga unit truk sejak Sabtu (11/1), yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Baca juga : Kedepankan Kualitas, Beras di LBW-ACT Bukan Kaleng-kaleng
Kepala Cabang ACT Jawa Tengah Giyanto mengatakan, pemberangkatan beras dari LBW Blora merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat Natuna untuk tetap semangat menjaga kesatuan Indonesia.
"Beras ini bakal menempuh perjalanan panjang untuk nantinya dapat dinikmati oleh saudara kita di Natuna," ungkapnya kepada news.act.id.
Baca juga : Respons dan Keprihatinan ACT Atas Krisis Kemanusiaan di Wamena
Sementara dikatakan Ngadi, Kepala Desa Jipang, Cepu, tempat LBW berada, memberi dukungan dan apresiasinya atas langkah ACT di tiap program kemanusiaan yang digelar.
Ia mendukung penuh atas Aksi Bela Indonesia yang diinisiasi ACT ini. Terlebih, salah satu bentuk bantuan yang didistribusikan ACT berasal dari desa yang dipimpinnya. (YUD)