Puluhan Pelajar Subang Ikuti Pelatihan Digital Media dan Jurnalistik di SMAN 1 Pusakanagara

Pelatihan jurnalistik dan literasi digital digelar Rumah Baca Tunas Aksara, di Aula SMAN 1 Pusakanagara, Subang, Kamis (30/7/2026). FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Kamis, 30 Juli 2026, 18:45 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Puluhan pelajar SMA/SMK di Kecamatan Pusakanagara dan Pusakajaya, Kabupaten Subang mengikuti pelatihan jurnalistik dan literasi digital digelar Rumah Baca Tunas Aksara, di Aula SMAN 1 Pusakanagara, Kabupaten Subang, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan literasi digital dan jurnalistik merupakan langkah strategis untuk meningkatkan wawasan, daya kritis, dan keterampilan komunikasi siswa. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga dilatih untuk mengolah informasi secara objektif dan bertanggung jawab.

Dalam giat literasi tersebut, pihak panitia menghadirkan 3 Narasumber diantaranya M.Lutfi Ulinuha selaku Founder Subang Info, Ahya Nurdin Jurnalis Kompas.com, M.Rifai Pemred Porosjabar.com.

Ketua Rumah Baca Tunas Aksara, Asep Mulyana, mengatakan Pelatihan literasi digital dan jurnalistik adalah program edukasi untuk membangun kecakapan menggunakan teknologi sekaligus melatih kemampuan memverifikasi fakta dan memproduksi informasi yang akurat.

"Peserta akan belajar menyaring hoaks serta mengemas berita sesuai kaidah jurnalistik (5W+1H) untuk berbagai platform media, dan pemanfaatan AI," kata Asep Mulyana.

Selama kegiatan, masing-masing narasumber memberikan pelatihan tentang:

1. Literasi Digital Dasar Pemahaman tentang 4 pilar literasi digital: kecakapan digital (digital skill), etika digital (digital ethic), keamanan digital (digital safety), dan budaya digital (digital culture).

Baca juga : Calon Sekda Subang Harus Berintegritas, Berprestasi dan Rajin Turun ke Lapangan

2. Jurnalistik Dasar Teknik reportase, metode wawancara, serta pedoman penulisan berita, artikel, atau feature yang baik dan sesuai dengan kaidah bahasa.

3. Cek Fakta & Verifikasi Informasi Cara mengidentifikasi berita bohong (hoaks), membedakan disinformasi dan misinformasi, serta menggunakan tools digital untuk verifikasi sumber.

4.Etika Bermedia & Kode Etik Memahami Undang-Undang ITE, perlindungan hak cipta, serta penerapan Kode Etik Jurnalistik dalam mempublikasikan informasi.

5. Produksi & Manajemen Konten Strategi pembuatan konten informatif di platform digital dan media sosial, termasuk digital storytelling dan analisis data.

6. Integrasi AI dalam Jurnalistik Praktik pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (seperti ChatGPT atau alat pendukung lainnya) untuk riset, menyusun kerangka tulisan, dan optimasi konten secara etis.

Asep Mulyana, berharap kegiatan training Literasi Digital dan Jurnalistik tersebut para pelajar dapat memiliki kemampuan menyaring informasi dengan kritis, menangkal hoaks, serta memproduksi dan menyebarkan konten yang valid dan edukatif.

"Keduanya saling melengkapi untuk membangun masyarakat yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi informasi," tandasnya.

Baca juga : PT JUP Lakukan Perawatan IPA Hutan Kota, Pelanggan Diimbau Menyiapkan Cadangan Air Selama Pasokan Terganggu

Asep juga mengucapkan terimakasih kepada para sponsor yang sudah mendukung kegiatan training Literasi digital dan pelatihan jurnalistik.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Dokter Maxi Owner Klinik Happy healthy, Niko Rinaldo Owner Sumrize AI, dan Plt.Kepsek SMAN 1 Pusakanagara," ucapnya.

Plt Kepsek SMAN 1 Pusakanagara, H.Huproni, S.Ag, M.M.Pd, menyambut baik kegiatan literasi digital dan jurnalistik karena dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan menulis dan meningkatkan wawasan literasi digital.

"Kegiatan ini bagian dari upaya kami untuk meningkatkan literasi siswa SMA/SMK terhadap dunia jurnalistik," katanya.

Di era digital, kata Huproni, siswa bisa saja membuat konten-konten menarik sehingga bisa menghasilkan uang dari media sosial. Tapi, sosialisasi jurnalistik kali ini bukan untuk itu tujuannya.

"Kita ingin bagaimana siswa bisa membuat tulisan yang baik. Bisa mendapat pengetahuan soal jurnalistik. Kegiatan ini erat hubungannya dengan literasi. Jurnalistik ini tidak bisa dianggap sepele, tapi penting untuk mensosialisasikan program-program pemerintah dan juga mendukung keterbukaan informasi publik," katanya.

Dia berharap setelah sosialisasi mengenai jurnalistik dan literasi digital, para siswa bisa mengelola majalah dinding (dindik). "Selain itu, siswa juga diharap bisa lebih bersikap cerdas sehingga bisa menangkal hoak. Bisa menyaring berita mana yang benar dan tidak," harapnya.

Baca juga : Puluhan Pelajar di Pantura Subang Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Konten Digital

Sementara itu salah seorang peserta pelatihan, Dian Pratiwi mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan literasi digital dan pelatihan jurnalistik.

"Kegiatan training Literasi digital dan Jurnalistik ini sangat bermanfaat sekali bagi kami para pelajar, dengan training ini kami jadi paham bagaimana menggunakan medsos yang baik dan bertanggung jawab di era disrupsi digital, tahu teknik cara membuat berita di media massa baik online, Surat kabar maupun elektronik," kata Dian Siswi SMKN 1 Pusakanagara.

Siswi cantik Kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak(RPL) tersebut berharap kegiatan training Literasi digital ini bisa sesering mungkin diadakan agar kami para pelajar bisa semakin melek literasi dan digital sehingga bisa berpikir kritis.

"Pelatihan ini membekali pelajar dengan kemampuan untuk menyaring informasi, berpikir kritis, dan belajar lebih efisien. Hasil training ini juga melindungi para pelajar dari risiko dunia maya dan memastikan para pelajar siap menghadapi tuntutan dunia kerja modern di masa depan," ujarnya. (rls)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal