LampuHijau.co.id - PT KAI (Persero) Daop 3 Cirebon terus memperkuat keandalan prasarana perkeretaapian sebagai fondasi utama dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api.
Sepanjang Semester I Tahun 2026, berbagai program pemeliharaan dilaksanakan secara intensif dan berkesinambungan secara preventif maupun korektif guna memastikan seluruh prasarana berada dalam kondisi optimal dan memenuhi standar keselamatan operasional.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan bahwa keberhasilan operasional kereta api tidak hanya ditentukan oleh keandalan sarana, tetapi juga sangat bergantung pada kualitas prasarana yang menopang seluruh perjalanan kereta api setiap harinya.
"Keselamatan perjalanan kereta api diawali dari prasarana yang terawat dengan baik. Karena itu, KAI Daop 3 Cirebon secara konsisten melaksanakan pemeliharaan yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis kondisi di lapangan agar seluruh lintas operasi tetap dalam kondisi laik. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu," ujar Muhibbuddin.
Pemeliharaan yang dilakukan mencakup berbagai elemen vital prasarana, mulai dari jalan rel, wesel, jembatan, drainase, emplasemen stasiun, hingga pemeriksaan geometri jalur menggunakan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR).
Kehadiran KPJR menjadi bagian penting dalam modernisasi pemeliharaan prasarana karena mampu mengukur kondisi geometri jalur secara presisi sekaligus mendukung pekerjaan penataan ballast dan koreksi posisi rel.
Baca juga : Selama Liburan Sekolah, KAI Daop 3 Cirebon Layani 308.752 Orang
Teknologi tersebut memungkinkan berbagai potensi gangguan pada lintas dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sebelum memengaruhi operasional perjalanan kereta api.
Komitmen tersebut tercermin dari berbagai pekerjaan pemeliharaan yang telah diselesaikan selama Semester I Tahun 2026.
KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan pemeriksaan geometri jalur menggunakan KPJR sepanjang 126 kilometer sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas jalur tetap sesuai standar teknis.
Pada periode yang sama, saat ini masih tahap persiapan penyusunan rel di lokasi rencana pemasangan rel R.54 sepanjang 30.850 meter untuk meningkatkan keandalan lintas sekaligus memperpanjang usia layanan prasarana.
Upaya peningkatan kualitas jalur juga diwujudkan melalui penggantian 3.000 batang bantalan beton, serta persiapan penggantian 1.650 batang bantalan kayu menjadi bantalan sintetis pada jembatan.
Penggunaan bantalan sintetis diharapkan dapat memberikan ketahanan yang lebih baik terhadap berbagai kondisi sekaligus meningkatkan keandalan konstruksi jembatan dalam jangka panjang.
Baca juga : KAI Schooliday Cara Daop 3 Cirebon Ajak Anak Peroleh Pengalaman Edukatif
Selain itu, sebanyak 20.000 unit penambat rel telah diganti guna menjaga kestabilan konstruksi jalur, sementara penambahan dan penataan ballast sebanyak 4.600 meter kubik (m³) dilakukan untuk memperkuat struktur jalan rel sehingga mampu mempertahankan kualitas geometri lintas.
Di sisi lain, KAI Daop 3 Cirebon juga melaksanakan pemeriksaan dan perawatan terhadap 836 unit jembatan dengan total jembatan kelas 1, 2, dan 3 sebagai langkah memastikan seluruh bangunan penunjang perjalanan kereta api tetap berada dalam kondisi aman dan laik operasi.
Tidak hanya mengandalkan teknologi, pengawasan terhadap kondisi lintas juga dilakukan secara langsung oleh petugas jalan rel melalui inspeksi rutin sebanyak dua kali setiap hari.
Pemeriksaan berkala tersebut menjadi bagian penting dalam mendeteksi setiap potensi gangguan sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan sebelum berkembang menjadi gangguan operasional.
Muhibbuddin menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan pemeliharaan tersebut dilaksanakan oleh petugas prasarana jalan dan rel dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan keselamatan perjalanan kereta api.
Setiap kegiatan telah direncanakan secara matang agar pelaksanaannya tidak mengganggu operasional perjalanan maupun pelayanan kepada pelanggan.
Baca juga : KAI Daop 3 Cirebon Tingkatkan Kompetensi Petugas untuk Perkuat Keselamatan KA
"Pemanfaatan teknologi seperti KPJR yang didukung kompetensi petugas prasarana di lapangan membuat proses pemeliharaan menjadi semakin efektif. Berbagai potensi gangguan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya dapat dilakukan secara preventif. Pendekatan ini menjadi salah satu strategi KAI untuk meningkatkan keandalan prasarana sekaligus menjaga ketepatan waktu perjalanan kereta api," jelas Muhibbuddin.
Selain melaksanakan pemeliharaan rutin, KAI Daop 3 Cirebon juga terus melakukan evaluasi terhadap hasil inspeksi prasarana sebagai dasar dalam menentukan prioritas penanganan sesuai tingkat risiko dan kondisi di lapangan.
Pendekatan pemeliharaan berbasis kondisi (condition based maintenance) tersebut memungkinkan sumber daya dialokasikan secara lebih efektif sehingga kualitas prasarana dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
"KAI Daop 3 Cirebon akan terus memperkuat kualitas pemeliharaan prasarana melalui modernisasi peralatan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan teknologi yang semakin adaptif. Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan transportasi kereta api yang semakin aman, andal, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan," tutupnya. (MGN)