LampuHijau.co.id - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap hingga kini masih melakukan pendampingan, terhadap para korban longsor di Kabupaten Bogor. Para korban dari Kecamatan Sukajaya masih terisolir, karena akses menuju lokasi hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.
Diketahui, hujan deras di awal tahun kemarin, membuat perbukitan di sekitar Sukajaya, terutama Desa Jayaraharja mengakibatkan longsor. Sejumlah rumahpun rata dengan tanah, bahkan hingga mengakibatkan korban jiwa.
Baca juga : KEREN! Yayasan Safari Kucurkan Bantuan untuk Korban Tanah Longsor Bogor
Kampung Sibentang, Desa Jayaraharja menjadi yang terparah lainnya. Ratusan jiwa menjadi korban dan harus mengungsi ke areal persawahan, sebagai tempat teraman. Selain itu, juga warga Kampung Sihuut, Desa Jayaraharja yang turut terdampak longsor. Jalan utama menuju perkampungan ini terputus.
Petugas dari Tim Posko Aksi Cepat Tanggap Desa Jayaraharja, Imam Al Daffa mengatakan, pihaknya harus berjalan kaki untuk menjangkau kampung-kampung di Desa Jayaraharja tersebut. Dikatakan, medannya juga cukup berat karena harus melintasi area persawahan dan sejumlah titik rawan longsor.
Baca juga : Kisah Iptu Dicky Selamatkan Korban Longsor di Bogor yang Kakinya Membusuk
"Saat ini masih banyak kampung yang terisolir, karena aksesnya terputus, mereka juga tak dapat menikmati listrik karena alirannya ikut terputus. Untuk urusan pangan pun warga tak dapat berbuat banyak, hanya mengandalkan bantuan yang masuk ke kampung mereka atau salah satu perwakilan dari kampung mereka keluar untuk mencari bantuan," jelas Imam, seperti dilansir news.act.id pada Rabu (8/1/2020).
Lokasi terparah lainnya adalah di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya. Warga kampung ini juga sempat terisolir akibat timbunan longsor. Bahkan ACT mencatat, di sini tujuh orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pncarian. Saat ini, kampung ini ditinggal penghuninya karena khawatir bakal kembali diterjang longsor, mengingat curah hujan masih tinggi.
Baca juga : ACT Dampingi dan Akomodir Kepulangan Warga Wamena Asal Solo
Selain mendirikan posko, ACT juga menurunkan tim untuk ikut membuka jalur bersama tim pencarian dan pertolongan gabungan. Selain itu, ACT terus mendistribusikan kebutuhan makanan siap santap bagi para korban serta kebutuhan lainnya. (YUD)