LampuHijau.co.id - Hingga kini, para korban terdampak longsor yang menimpa warga di Sukajaya, Kabupaten Bogor masih membutuhkan bantuan dan penanganan. Karena itu, lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) lekas merespons mengirimkan armadanya guna meringankan beban warga.
Pada Minggu (5/1/2020) kemarin, ACT memberangkatkan ambulans dan tim medis, untuk memastikan kesehatan warga. Para relawan harus bekerja keras untuk sampai ke wilayah Sukajaya, mengingat akses ke lokasi yang terisolir itu dipenuhi material lumpur pascalongsor pada Rabu (1/1/2020).
Baca juga : Gempa Halmahera Selatan, Tim ACT Terus Berupaya Menjangkau Para Korban di Pelosok
Saat roda ambulans menapak di Desa Sukaraksa, Cigudeg, perjuangan pun harus lebih keras akibat jalanan tertutup lumpur yang membentang sekitar 100 meter ke depan. Tim Medis ACT hendak menuju Desa Jayaraharja di Kecamatan Sukajaya, untuk memeriksa kesehatan warga. Desa ini sendiri terisolir karena akses jalan dari Desa Gunung Koneng dan Harkat Jaya terputus diterjang luapan air Sungai Cibarengkok.
"Untuk sekarang, kita coba membawa ambulans dan tim medis sambil membawa logistik pangan. Perjalanan ambulans akan didampingi kendaraan 4WD. Tapi kendaraan enggak akan sampai lokasi, karena akses terputus untuk roda empat maupun roda dua," jelas Hakim, Koordinator Posko Bencana Banjir dan Longsor ACT Wilayah Cigudeg, seperti dikutip news.act.id, Senin (6/1/2020).
Baca juga : Pernah Berpisah dengan Al, El, Dul Jadi Motivasi Maia Estianty Bangun Pesantren
Sesampainya di lokasi, Tim Medis ACT langsung diserbu warga yang hendak memeriksa kesehatannya. Pelayanan medis ini yang pertama bagi mereka, sejak desanya terisolir. Meski begitu, kondisi kesehatan warga terbilang cukup baik. Namun mereka masih mengalami trauma pascabanjir dan longsor yang dialami. Selebihnya, ditemukan juga warga yang mengalami ISPA dan lingkungan yang kurang bersih.
"Di tengah ancaman bencana dan musim penghujan seperti ini, warga disarankan untuk melakukan gaya hidup sehat dengan menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal mereka," ungkap Sella Eka Yulia Putri dari Tim Medis ACT. (YUD)