LampuHijau.co.id - Moratorium atau penghentian sementara berdirinya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) baru berdampak terhadap mitra makan bergizi gratis (MBG) yang sudah membangun SPPG di Kabupaten Subang.
Mitra MBG mulai merasakan khawatir dengan moratorium tersebut. Sebab, mereka sudah membangun SPPG baru dengan dana yang dikeluarkan sekitar Rp1 miliar, tapi belum ada kepastian beroperasinya.
Jaka Arizona, salah satu mitra MBG di Kabupaten Subang, mengatakan, pihaknya mendukung Badan Gizi Nasional (BGN) evaluasi SPPG. Namun, moratorium SPPG baru diharapkan tidak berlaku lama.
"Moratorium SPPG baru diharapkan tidak berlaku lama, karena di daerah ada mitra atau yayasan yang sudah berproses," ucap Jaka Arizona kepada awak media di Kabupaten Subang, Selasa (9/6/2026).
Baca juga : As-Syifa Boarding School Subang Jajaki Program Pendidikan Global Bersama AICBT
Mitra yang sudah berproses salah satunya dirinya. Jaka telah membangun SPPG baru di wilayah Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp1 miliar.
"Proses pembangunannya sudah selesai, tapi kita masih draft, belum tahan persiapan mitra MBG. Namun, karena percaya diri, jadi lebih awal membangun SPPG baru karena ingin bantu negara dalam program MBG," ujarnya.
Baca juga : As-Syifa Boarding School Subang Jajaki Kerja Sama dengan Empat Universitas di Turki
Pihaknya merasa khawatir karena ada moratorium SPPG baru, tapi statusnya masih draft. Hal tersebut membuat pihaknya menjadi bingung. Maka diharapkan ada kebijakan yang bijak dari BGN.
"Kita berharap BGN bisa bijak, jangan sampai ada yang dikorbankan dari kebijakan yang harusnya bisa jadi sesuatu lebih baik. Dapur SPPG sudah dibangun agar diperjuangkan BGN supaya bisa beroperasi," ujarnya. (MGN)