LampuHijau.co.id - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tangerang, Rasyid Hidayat, menyatakan bahwa Hari Lahir Pancasila tidak boleh dipahami sebatas seremoni tahunan, melainkan harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menurut Rasyid, tantangan terbesar dalam implementasi nilai-nilai Pancasila saat ini bukan terletak pada pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, melainkan pada konsistensi dalam menerjemahkan nilai tersebut ke dalam kebijakan publik, pelayanan negara, dan penegakan hukum.
“Pancasila mengajarkan bahwa negara harus hadir untuk melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang ekonomi, sosial, maupun status hukum. Keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam sila kelima harus menjadi tujuan nyata, bukan sekadar cita-cita yang tertulis dalam konstitusi,” ujarnya.
Baca juga : PT TKG Taekwang Indonesia Salurkan 17 Hewan Kurban
Ia menegaskan bahwa akses terhadap keadilan masih menjadi persoalan yang dihadapi sebagian masyarakat, khususnya kelompok rentan dan masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, negara dan seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa hukum dapat diakses secara setara oleh setiap warga negara.
Lebih lanjut, Rasyid menilai bahwa nilai kemanusiaan yang adil dan beradab juga harus menjadi landasan dalam setiap proses penegakan hukum. Menurutnya, hukum tidak hanya berfungsi memberikan kepastian, tetapi juga harus mampu menghadirkan rasa keadilan dan melindungi martabat manusia.
“Penegakan hukum yang berkeadilan merupakan salah satu wujud nyata pengamalan Pancasila. Hukum harus menjadi instrumen perlindungan bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Di sinilah relevansi Pancasila tetap terjaga hingga hari ini,” katanya.
Baca juga : Band Academy Tayang di Indosiar, Ajang Baru untuk Lahirkan Generasi Band Indonesia
Dalam peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026, LBH Tangerang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghormati perbedaan, menjunjung tinggi kemanusiaan, memperkuat persatuan, hingga memperjuangkan keadilan bagi sesama.
“Bagi kami, merawat Pancasila berarti merawat keadilan. Ketika setiap warga negara memperoleh perlakuan yang setara di hadapan hukum dan hak-haknya terlindungi, maka pada saat itulah nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup di tengah masyarakat,” tutup Rasyid. (WAH)