LampuHijau.co.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diminta mendirikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Subang. Sebab, masih ada kecamatan belum miliki SMAN, sehingga anak-anak kesulitan dapat akses pendidikan.
Permintaan ini disampaikan anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Subang dari PAN, Albert Anggara Putra, S.H., M.H usai terima aspirasi masyarakat terkait belum meratanya SMAN di Kabupaten Subang, Jumat (10/4/2026).
Albert Anggara Putra, S.H., M.H mengatakan masyarakat mengeluh masih belum merata berdirinya SMAN di wilayah Kabupaten Subang. Sebab, masih ada beberapa kecamatan belum terdapat SMAN.
Baca juga : Albert Anggara Putra Apresiasi Polres Subang Ungkap Pestisida Palsu
"Contoh kecamatan yang belum terdapat SMAN adalah Kecamatan Pusakajaya dan Legonkulon. Masyarakat memerlukan SMAN untuk anak mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi," ucapnya.
Selain dua kecamatan itu, tambahnya, ada 10 kecamatan lainnya yang belum memiliki SMAN. Padahal, kehadiran SMAN sangat penting di tengah adanya aturan zonasi sekolah yang merepotkan masyarakat.
"Orangtua kerepotan adanya zonasi sekolah, ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi untuk anaknya, tapi belum ada SMAN. Kalau ada SMKN atau sekolah swasta bisa jadi alternatif, jika tidak jadi repot," ujarnya.
Baca juga : Sambut Ramadhan, PT Dahana Gelar Lomba Hadroh Tingkat Kabupaten Subang
Makanya, lanjut Sekretaris DPD PAN Kabupaten Subang tersebut, ketika tidak ada SMAN, maka orangtua melanjutkan sekolah anaknya ke luar kecamatan sekalipun itu sekolah swasta atau SMKN/MAN.
"Masalahnya bukan pada kualitas sarana pendidikan, tapi biaya yang dikeluarkan orangtua jadi besar karena jauh dari rumah. Akibatnya, pengeluaran orangtua jadi membengkak," ucapnya.
Untuk itu, pihaknya berharap kecamatan belum ada SMAN agar segera dibangun SMAN supaya meringankan beban orangtua, juga mencegah putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi untuk biaya sehari-hari. (MGN)