LampuHijau.co.id - Banjir yang menerjang perumahan Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang hingga Senin (26/1) belum surut. Proses evakuasi lanjutan masih dilakukan kepolisian terhadap warga yang terdampak.
Kasat Samapta Polres Metro Tangerang Kota Kompol Ubaidilah yang memimpin kegiatan tanggap darurat ini bersama anggotanya menyusuri banjir menuju gang deretan rumah warga. Dia ingin memastikan masih ada tidaknya warga yang harus dievakuasi, khawatir air terus naik.
Bahkan untuk mempercepat proses evakuasi, Kompol Ubaidillah harus menggendong bergantian satu persatu anak kecil menerjang banjir. Bocah-bocah itu dibopong ke perahu karet untuk kemudian dikerek ke tempat yang lebih aman.
Bocah bocah itu tampak senang digendong petugas kepolisian menerjang banjir.
Sementara para orangtua secara mandiri naik perahu bersama barang bawaan. Perahu mereka lalu dikerek oleh petugas menerabas banjir menuju daratan kering.
"Kami juga melakukan pengecekan rumah-rumah warga, untuk memastikan kondisi pengungsi, serta membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan akibat banjir," ujar Ubaidilah yang juga Kasatgas Bencana Banjir di Kota Tangerang.
Baca juga : Aksi Heroik Polisi Detasemen Perintis Terjang Banjir untuk Evakuasi Warga
Kompol Ubaidillah menegaskan bahwa Polri selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat bencana terjadi “Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” ujarnya.
Sementara itu Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menambahkan bahwa kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana terus ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan.
“Kami terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan juga menyiagakan personel serta peralatan yang dibutuhkan. Polres Metro Tangerang Kota siap bersinergi dengan seluruh pihak demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.
Baca juga : Komisi Percepatan Reformasi Polri Diminta Tindak Persoalan Tambang di Morowali
Kehadiran Polri di lokasi banjir, kata Jauhari, diharapkan dapat memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir dalam setiap kondisi, termasuk saat menghadapi bencana alam terjadi. (WAH)