LampuHijau.co.id - Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) tahun 2026 harus tepat sasaran dan menyentuh langsung masyarkat yang membutuhkan. Untuk itu, ia memerintahkan camat segera lakukan pendataan terhadap warga miskin dan miskin ekstrim.
Hal ini ditegaskan Intan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Bahan Pokok Menjelang Bulan Suci Ramadan dan Gerakan Pangan Murah (GPM) Tahun 2026 di Ruang Rapat Wareng Kantor Bupati Tangerang, Kamis (22/01/26).
Di sisi lain, Intan juga meminta paket bahan pangan yang ditawarkan juga harus menyesuaikan masyarakat dan pasar dengan subsidi berkisar Rp.40-45 ribu.
“Paketnya jangan dibakukan isinya. Komoditasnya harus menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi harga pasar. Kalau telur dan ayam yang mahal, itu yang harus kita hadirkan,” tegas Wabup Intan
Baca juga : Kapolres Subang Gelar Jumat Curhat Sambil Serap Aspirasi Warga Legonkulon
Menurut dia, ketepatan sasaran penerima manfaat GPM sangat penting. Ia meminta seluruh Camat mendata warga miskin dan miskin ekstrim, khususnya di wilayah Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan, Kronjo, Kemiri, dan Mekar Baru. Selain itu, dia juga meminta kepada OPD terkait agar terus mendorong keterlibatan petani dan peternak lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk mendukung program GPM nantinya.
“Wilayah Kabupaten Tangerang juga memiliki potensi peternakan ayam pedaging dan petelur, khususnya di wilayah Kresek dan Gunung Kaler, yang dapat diberdayakan untuk mendukung GPM sekaligus menekan harga di pasaran,” tandasnya
Intan mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang kerap hujan saat ini sangat berdampak pada sektor pertanian dan berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis, seperti beras, minyak goreng, telur ayam, daging ayam, cabai, dan bawang. Untuk itu dia juga semua pihak terkait untuk terus memonitoring kenaikan dan ketersediaan bahan pokok secara rutin dan berkala.
“Faktor cuaca ini juga harus kita perhitungkan bersama, karena dampaknya bisa memicu kenaikan harga. Saya sudah cek langsung ke lapangan, minyak goreng mulai langka dan harganya di beberapa pasar sudah melampaui harga eceran tertinggi. Telur dan ayam juga menjadi komoditas yang sering naik pada waktu-waktu tertentu,” ungkapnya.
Dia berharap melalui rakor ini bisa menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Tangerang, khususnya menghadapi bulan Ramadan yang kerap terjadi lonjakan harga.
“Stabilitas pangan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Tangerang, Riki Pebriadi melaporkan bahwa kondisi stok pangan di wilayah Tangerang Raya masih aman dan mencukupi. Saat ini, Bulog memiliki cadangan beras sekitar 54.300 ton, yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga hampir satu tahun ke depan.
“Untuk Stok minyak goreng “Minyak Kita” tercatat sekitar 11.000 ton, minyak premium, serta gula pasir dan komoditas pangan lainnya yang siap disalurkan untuk mendukung stabilisasi harga,” ungkapnya
Baca juga : Penerapan Kartu Air Sehat Harus Tepat Sasaran untuk Warga yang Membutuhkan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab.Tangerang, Resmiyati Marningsih menyampaikan bahwa Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi terkendali. Pihaknya bersama pihak terkait lainnya terus melakukan pemantauan harga mingguan serta intervensi pasar, termasuk fasilitasi distribusi minyak goreng langsung ke pengecer dan pelaksanaan Warung Tekan Inflasi secara berkala sepanjang tahun 2026. (WAH)