LampuHijau.co.id - Semakin masifnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Subang mendorong mitra-mitra Badan Gizi Nasional (BGN) terus bergerak mengisi daerah-daerah belum tersentuh maksimal program tersebut.
Salah satunya di Desa Cisalak, Kecamatan Cisalak, meski berada di pusat kecamatan, sebelumnya belum ada satu pun dapur MBG yang berdiri dan beroperasional di desa tersebut.
Melalui Yayasan Saramoe Rasa Nusantara sebagai Mitra BGN, gerak cepat menginisiasi pembangun dapur MBG di desa tersebut.
Peresmian untuk memulai pembangunan ini ditandai dengan seremonial peletakan batu pertama oleh Owner dapur MBG SPPG Cisalak 01 Bidan Tety Asriyanti bersama dengan Camat Cisalak, Kepala Desa Cisalak, ketua RW, ketua RT, Karangtaruna dan Kasepuhan setempat pada hari Sabtu pagi (17/01/2026).
Baca juga : Justisia Marathon, Tradisi Baru MPR RI Tanpa Demo: Kolaborasi Olahraga dan Demokrasi
Dalam sambutannya, Owner SPPG Cisalak 01 menyampaikan, bahwa dapur ini harus memberikan dampak positif bagi masyarakat Cisalak.
"Saya sangat bersyukur, kembali diberikan kepercayaan untuk dapat bekerja sama dengan masyarakat Cisalak. Saya hanya ingin pembangunan dan operasional dapur ini memberikan dampak yang positif yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Cisalak," ungkap Bidan Tety.
Camat Cisalak, Aet Rudiatna yang turut hadir dalam peresmian tersebut juga mengungkapkan bahwa beliau mewakili pemerintah tentunya sangat mengapresiasi atas inisiasi yang dilakukan.
Pasalnya menurutnya Desa Cisalak sebagai sentra dari Kecamatan Cisalak ini harus jadi percontohan yang baik, sehingga beliau berharap dapur MBG SPPG Cisalak 01 ini memberikan pelayanan optimal untuk pemenuhan gizi anak, juga menjadi contoh baik bagi dapur lain di Kecamatan Cisalak.
Baca juga : Cegah Tawuran, Polsek Pagaden Polres Subang Sikat Miras dan Knalpot Brong
"Dapur ini ada di pusat Kecamatan Cisalak, harus menjadi dapur percontohan yang baik, memberikan layanan gizi yang optimal dan mendorong dapur lain untuk sama-sama memberikan pelayanan prima. Ini awal yang bagus, pemerintah dilibatkan dari sejak awal pembangunan, sehingga saran dan masukan akan lebih cepat direalisasikan, standar ini harus jadi contoh untuk kita bersama memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat," ujarnya.
Pembangunan dapur MBG SPPG Cisalak 01 dibangun oleh konsultan konstruksi profesional TNR bersama Tukang INCR. Direktur TNR Niko Rinaldo menyampaikan bahwa TNR bersama Tukang INCR bukan kali pertama membangun dapur MBG, ini dapur ketiga yang dibangun di Subang.
Setiap dapur yang dibangun memiliki karakteristiknya masing-masing dengan mengedepankan Juknis yang ditetapkan oleh BGN seperti adanya IPAL yang sesuai standar terbaik agar tidak mencemari lingkungan.
"TNR bersama Tukang INCR sejauh ini sudah membangun tiga dapur dengan yang di Cisalak ini. Setiap dapur kami buat dengan karakternya masing-masing, seperti 2 dapur di pusat kota Subang, kita buat dengan sentuhan modern dan industrial, sedangkan untuk yang Cisalak ini kita akan mengedepankan sentuhan local wisdom, agar warga masyarakat ini punya rasa memiliki dan tidak menjadikan dapur MBG ini sebagai tempat asing atau bahkan sekedar tempat untuk pelaksanaan program semata. Selain itu komitmen kami yang juga tertuang dalam petunjuk teknis pembangunan dapur dari BGN bahwa dapur itu harus punya IPAL yang standar BGN, agar tidak mencemari dan merusak lingkungan sekitar dapur. Kita akan pastikan itu ada di semua dapur yang kita bangun," ujar Niko Rinaldo.
Baca juga : Cegah DBD dan Chikungunya, Warga Subang Diajak Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
Meski menggunakan jasa profesional dalam pembangunannya, Dapur MBG ini juga sepenuhnya melibatkan warga setempat dari mulai tukang hingga material pembangunan yang dibutuhkan.
Bukan hanya itu, bahkan penanggung jawab dapur MBG SPPG Cisalak 01 Puri Ramdhani menyebutkan sesuai arahan dari owner dapur ini nanti yang bekerja untuk operasional sekurang - kurangnya 90% harus warga Desa Cisalak.
"TNR bersama Tukang INCR berkomitmen untuk melibatkan pekerja pembangunannya adalah warga di sini, materialnya juga dari sini, sehingga warga di sini terlibat. Ibu Owner juga sudah memberikan arahan untuk yang nantinya bekerja dalam operasionalnya harus memaksimalkan orang sini. Kecuali ada beberapa ahli-ahli yang tidak ada di sini seperti, ahli gizi, juru masak dan lainnya. Sehingga dapur ini bukan sekedar dapur, tapi menjadi ruang keberkahan untuk semuanya, baik yang berkerja ataupun yang penerima manfaat, sehingga dapur ini memberikan dampak yang baik untuk hari ini dan masa mendatang," tutup Puri Ramdhani.
Peletakan batu pertama sebagai simbolis pembangunan dapur MBG SPPG Cisalak 01 ditutup dengan doa bersama dan disampaikan harapan bersama bahwa dapur tersebut dapat memberikan dampak positif sebesar-besarnya bagi masyarakat sesuai komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan generasi Indonesia Emas 2045. (MGN)