LampuHijau.co.id - Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memulai operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pemasok program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca libur natal dan tahun baru, pada Kamis (8/1/2026).
Posyandu Aster 1, Posyandu Aster 2, Posyandu Aster 3, Posyandu Aster 4 dan Posyandu Aster 5 di Desa Kebon Cau menjadi lokasi operasi SPPG Kebon Cau, Kabupaten Sumedang.
SPPG ini ditargetkan memasok 308 paket MBG untuk kelompok Balita, Ibu Hamil dan Ibu menyusui. Berdasarkan pantauan di lapangan, jarak antara ke lima Posyandu ke SPPG Kebon Cau terpaut jarak sekitar 500 meter hingga 1, 2 Km.
Adapun pengiriman yang dilakukan SPPG Kebon Cau untuk kebutuhan penerima manfaat tersebut, ini meliputi Susu UHT dengan lauk berupa telur rebus matang, roti serta jeruk.
Baca juga : Kejati Sumut Geledah Inalum Terkait Korupsi Penjualan Aluminium ke PT PASU
Sementara itu, MBG dari SPPG Kebon Cau didistribusikan ke dalam satu kali pengiriman mulai pukul 11.00 hingga 12.30 WIB.
Sebagai informasi SPPG Kebon Cau yang berlokasi di Desa Kebon Cau, Kabupaten Sumedang resmi mulai beroperasi per 8 Januari 2026 ini, yang nantinya proses pendistribusian akan dilakukan secara rutin dan terjadwal, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan gizi balita, anak-anak, ibu hamil dan Ibu menyusui.
Pengiriman perdana ini disambut positif oleh pihak Posyandu. MBG yang disalurkan diharapkan mampu membantu mendukung kebutuhan gizi balita, ibu menyusui juga ibu hamil.
"Alhamdulillah, kami bisa memulai operasional hari ini sebagaimana arahan Badan Gizi Nasional (BGN), untuk memulai layanan serentak tanggal 8 Januari 2026," ucap Niko Rinaldo selaku Mitra SPPG Kebon Cau Ujungjaya Sumedang, dalam rilisnya.
Baca juga : Pemda Kabupaten Subang Teken Kerja Sama OP4D dengan DJP dan DJPK
Untuk memprioritaskan layanan kepada penerima manfaat B3; ibu menyusui, ibu hamil dan balita. Hal ini merupakan komitmen Presiden Prabowo dalam pemenuhan gizi anak Indonesia yang berkesinambungan.
"Kami berterima kasih banyak kepada semua stakeholder terkait di lingkungan wilayah Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang yang dari proses pembangunan dapur MBG sampai hari ini memulai layanan, difasilitasi dengan sangat baik," ucap Niko.
Niko juga menyampaikan program MBG ini selain untuk pemenuhan gizi anak Indonesia, juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar dan menggerakan ekonomi kerakyatan.
Oleh karenanya, melanjutkan pesan Bupati Sumedang Kang Dony Ahmad Munir untuk melibatkan pelaku usaha diwilayah desa setempat, kami buka selebar-lebarnya kolaborasi dengan dapur SPPG Kebon Cau Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, sebagaimana kualifikasi bahan baku yang sesuai dengan ketentuan dari BGN.
Baca juga : Bupati Subang Dorong Regenerasi Petani untuk Keberlanjutan Sektor Pertanian
Kepala Desa Kebon Cau Dodo Kuswanda menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh dapur MBG SPPG Keboncau Kecamatan Ujungjaya yang melakukan edukasi terlebih dahulu sebelum memulai layanan dan transparan dalam menyampaikan menu layanan program MBG.
"Mari kita kawal dan sukseskan program prioritas Presiden Prabowo," ujarnya.
Tanpa diminta, selaku mitra Niko, tadi dengan jelas menyampaikan alokasi bahan baku untuk layanan penerima manfaat PAUD, TK, Kober, B3, SD kelas 1 - kelas 3 sebesar Rp8.000 dan kelas SD Kelas 4 sampai SMA sebesar Rp10.000. (MGN)