LampuHijau.co.id - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali meluncurkan program baru. Kali ini, Lumbung Beras Wakaf (LBW) yang diluncurkan di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora pada Rabu (4/12/2019) kemarin.
Di lokasi acara, juga terparkir salah satu armada teranyar ACT, Humanity Rice Truck. Di sekitar truk ini, masyarakat mengantre guna mendapat jatah beras yang dibagikan gratis oleh ACT.
Baca juga : Luaskan Manfaat, Humanity Food Truck Beraksi di Tegal
"Dalam peluncuran ini, kita menyiapkan langsung 2,75 ton dari LBW langsung. Sementara untuk mendukung aksi hari ini, kita juga menurunkan Humanity Rice Truck yang mendistribusikan 2,25 ton beras. Total ada sekitar 5 ton beras yang kita bagikan kepada sekitar 1.000 penerima manfaat," ujar Direktur Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Wahyu Novyan, seperti dikutip dari news.act.id, Jumat (6/12/2019) kemarin.
Wahyu menjelaskan, program-program yang diluncurkan ACT telah membentuk sebuah sistem, sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dari hulu maupun hilir. "Humanity Rice Truck ini sebagai hilir dari program kita, hulunya itu adalah LBW. Sebagian produksi beras LBW akan kita distribusikan dengan Humanity Rice Truck yang berkapasitas sekitar 10 ton," imbuhnya.
Baca juga : Penerimaan CPNS, Bupati Cirebon Imbau Masyarakat Berdoa dan Belajar
Dalam peluncuran tersebut, ACT juga turut melepaskan Humanity Rice Truck yang akan menjelajah di beberapa wilayah lain di daerah Jawa Tengah. Dan ebelumnya pada Kamis (21/11), Humanity Rice Truck juga sudah dilepas dan menjelajah sejumlah daerah di Jawa Barat guna mengatasi persoalan pangan.
Armada Humanity Rice Truck memiliki kapasitas hingga 10 ton beras untuk sekali angkut. Truk ini dilengkapi 8 dispenser beras, dengan masing-masing dispenser mampu mengeluarkan 5 liter beras dalam sekali penarikan. Beras-beras inilah yang nantinya dibagikan kepada masyarakat prasejahtera.
Baca juga : Pokja WHTR Distribusikan Daging Kurban ke Masyarakat
Dikutip dari laman resmi ACT, dalam penarikan beras menggunakan teknologi digital berbasis elektronik card (RFID Card) guna memberikan pelayanan filantropi secara profesional dan tersistem. Sehingga, beras sebanyak 5 liter bisa otomatis keluar dari truk tersebut. (YUD)