Festival Galuh Pakuan Cup Seri IX Jadi Tonggak Kebangkitan Peradaban Sunda

Festival Galuh Pakuan Cup Seri IX di Kabupaten Subang. FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Rabu, 24 Desember 2025, 20:22 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Keberhasilan penyelenggaraan Festival Galuh Pakuan Cup Seri IX dinilai bukan sekadar capaian kultural, melainkan penanda penting bersatunya kekuatan masyarakat adat Galuh Pakuan dalam membangun kembali peradaban Sunda.

Penegasan itu disampaikan Dewi Kandiaty Paramesti Tine Yowargana, selaku Galunggang Utama Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan yang akrab di sapa Ting Ting, dalam penyampaian resminya pada rangkaian penutupan festival tersebut.

Menurut Tine, Festival Galuh Pakuan Cup Seri IX telah membuktikan bahwa persatuan masyarakat adat Galuh Pakuan bukan sekadar wacana simbolik, melainkan kekuatan riil yang tumbuh dari bawah dan bergerak bersama.

Ia menyebut, keterlibatan ribuan penari, sanggar, komunitas budaya, serta masyarakat lintas daerah menjadi cerminan kuatnya solidaritas adat yang terus berkembang.

“Keberhasilan Festival Galuh Pakuan Cup Seri IX adalah pembuktian bersatunya masyarakat adat Galuh Pakuan. Persatuan ini memberikan kekuatan besar bagi pembangunan peradaban Sunda,” ujar Ting Ting kapada awak media, pada Rabu (24/12/2025).

Baca juga : Festival Galuh Pakuan Cup Bawa Rejeki, Pedagang Kupat Tahu Bisa Beli Motor

Raja Galuh Pakuan dan Konsistensi Menjaga Adat Sunda 

Dalam penyampaiannya, Ting Ting juga menegaskan peran sentral Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, sebagai figur pemersatu sekaligus penjaga nilai-nilai adat Sunda.

Ia menilai, kepemimpinan raja yang berlandaskan kebijaksanaan adat telah menjadi fondasi kokoh bagi tumbuhnya kepercayaan masyarakat adat Galuh Pakuan.

“Keyakinan masyarakat adat Galuh Pakuan tumbuh karena memiliki raja yang bijak. Kepemimpinan inilah yang membuat masyarakat adat menjadi semakin kokoh dan kuat,” katanya.

Tine menambahkan, konsistensi Raja Galuh Pakuan dalam menjaga dan merawat budaya Sunda tidak berhenti pada Festival Seri IX. Justru, keberhasilan tersebut menjadi pijakan untuk langkah yang lebih besar pada penyelenggaraan Festival Galuh Pakuan Cup Seri X mendatang.

Baca juga : Festival Galuh Pakuan Cup Jalan Tanpa Payung Negara, Guru Besar UPI Soroti Paradoks Kebijakan Kebudayaan Nasional

Target 10.000 Penari Jaipongan, Simbol Kekuatan Adat

Salah satu rencana besar yang disampaikan adalah target menghadirkan 10.000 penari Jaipongan yang akan menari bersama dalam Festival Galuh Pakuan Cup Seri X.

Menurut Ting Ting, angka tersebut bukan sekadar ambisi kuantitatif, melainkan simbol kekuatan budaya dan persatuan masyarakat adat Galuh Pakuan di tingkat nasional.

“Ini adalah pembuktian nyata bahwa adat Sunda masih hidup, tumbuh, dan dijaga oleh masyarakatnya sendiri,” ujarnya.

Ia menilai, semakin bertambahnya partisipasi masyarakat dari waktu ke waktu menjadi indikator kuat bahwa Galuh Pakuan bukan hanya entitas adat, melainkan ruang kebersamaan yang terus mendapatkan legitimasi sosial.

Baca juga : Festival Galuh Pakuan Cup IX: Ketika Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Subang

Persatuan sebagai Prioritas Utama Galuh Pakuan

Tine menegaskan, seluruh pencapaian dan rencana besar tersebut akan ditempatkan sebagai skala prioritas utama Galuh Pakuan. Fokus utamanya adalah memperkuat persatuan masyarakat adat, menjaga kesinambungan nilai budaya, serta memastikan adat Sunda tetap relevan di tengah dinamika zaman.

“Semakin hari masyarakat adat Galuh Pakuan semakin bertambah dan bersatu. Ini adalah bukti besarnya apresiasi dan kepercayaan masyarakat terhadap Galuh Pakuan,” kata Ting Ting.

Festival Galuh Pakuan Cup, lanjutnya, bukan hanya ruang kompetisi seni, tetapi juga wahana konsolidasi identitas, solidaritas, dan martabat masyarakat adat Sunda. (rls)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal