LampuHijau.co.id - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali melaksanakan misi kemanusiaan bagi korban banjir di Kecamatan Manyak Payed, Desa Sampai Mah, melalui layanan kesehatan pemeriksaan dan pengobatan gratis serta pendampingan trauma healing.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Prof.DR. Agus Setiabudi selaku Wakil Rektor IV UPI Bidang Penelitian, Pengabdian dan Kemitraan juga ikut membantu memberikan layanan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam.
Wakil Rektor IV UPI Bidang Penelitian, Pengabdian dan Kemitraan, Prof.DR. Agus Setiabudi, mengatakan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis dan serta pendampingan trauma healing ini bagian dari misi kemanusiaan UPI untuk para korban bencana banjir bandang Aceh Sumut.
Baca juga : Tim Kesehatan UPI Berikan Trauma Healing untuk Korban Banjir Bandang Sumut
"Layanan kesehatan gratis dan penyuluhan kesehatan menjadi kontribusi terhadap upaya pencapaian SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, memastikan warga memperoleh akses layanan medis pascabencana," ujarnya.
Sementara itu, aktivitas trauma healing dengan media permainan kreatif bagi anak-anak dan orang tua merupakan bagian dari rekonstruksi berpikir dan pemulihan psikososial, sejalan dengan SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, terutama dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat pascabencana.
"Dengan trauma healing tentunya kita berharap, para korban bencana khususnya anak-anak bisa bangkit dan tidak terus trauma dengan bencana banjir bandang yang telah meluluh lantahkan rumah tempat tinggal para korban," katanya.
Baca juga : Posko Medis UPI Beri Intervensi Nyeri dan Sembako untuk Korban Manjur Sumut
"Melalui tawa, refleksi, dan kebersamaan yang tercipta dalam permainan, trauma perlahan diproses, rasa aman kembali dibangun, dan harapan untuk bangkit tumbuh kembali," imbuhnya.
Selain di Kecamatan Manyak Payed, tim intervensi nyeri yang dipimpin oleh dr. Alif melaksanakan pelayanan bekerja sama dengan RSUD Aceh Tamiang di poliklinik bedah.
"Sekitar 26 orang pasien diberikan intervensi nyeri dengan keluhan paling banyak pada daerah leher dan piriformis juga pinggang,"ucapnya.
Agus menegaskan bahwa Universitas Pendidikan Indonesia komitmen untuk terus menjalin kolaborasi lintas sektor dalam penanganan bencana, agar masyarakat Desa Sampai Mah dapat kembali menata hidup dengan lebih kuat, sehat, dan sejahtera.
"Kita doakan bersama bencana ini tidak terulang kembali dikemudian hari, mari kita jaga lingkungan, terus bantu dan semangati para korban agar bisa kembali bangkit, sehat, kuat dan sejahtera," pungkasnya.
Selain di Aceh Tamiang, Tim misi kemanusiaan UPI, juga telah memberikan layanan Kesehatan Gratis dan Trauma Healing untuk Korban Banjir Kabupaten Langkat Sumatera Utara. (rls)