LampuHijau.co.id - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerjunkan tim medis dan tenaga kesehatan multidisiplin ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk memberikan intervensi medis komprehensif bagi korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada November-Desember 2025.
Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana (PKM TDB) ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak penanganan kesehatan pascabencana dengan mengusung program intervensi terintegrasi yang mencakup penanganan nyeri, perawatan luka (wound care), trauma healing, serta pendampingan gizi dan edukasi kesehatan.
Tim Tanggap Darurat Bencana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang dipimpin oleh dr. Pipit Pitriani, M.Kes., Ph.D., bekerjasama dengan Rumah Sakit Methodist yang diwakili oleh dr. Christo Khu, M.KM., tiba di PT Posko Universitas Sumatera Utara (USU) pada Rabu siang, 17 Desember 2025.
Kedatangan tim bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait penanganan korban bencana banjir, khususnya di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Baca juga : Jelang Hari Natal, Polisi Lakukan Sterilisasi Gereja di Kelapa Gading
"Program ini dirancang untuk menjawab empat permasalahan kesehatan utama yang dihadapi masyarakat terdampak bencana: keluhan nyeri akut dan kronis, tingginya kasus luka dan cedera, tekanan psikologis yang berat, serta masalah gizi dan sanitasi," jelas dr. Pipit Pitriani, Ketua Tim PKM Tanggap Darurat UPI, Kamis (18/12).
Kedatangan tim disambut dengan baik oleh pihak PT Posko USU. Selanjutnya, tim melanjutkan kegiatan dengan melakukan survei ke lokasi terdampak banjir.
Proses survei dilaksanakan melalui koordinasi lanjutan bersama Danramil serta Babinsa Desa Lalang, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Pendirian posko kesehatan pertama dilaksanakan di Desa Lalang dengan sasaran masyarakat Desa Lalang dan sekitarnya yang terdampak pascabanjir, terutama warga yang mengalami keluhan kesehatan seperti diare, gatal-gatal, dan gangguan kesehatan lainnya.
Baca juga : 27 Tahun Mengabdi, dr Maxi Ajukan Pensiun Dini dari ASN Pemda Kabupaten Subang
"Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan Babinsa, bidan desa, serta pihak posko yang turut membantu dalam persiapan lokasi kegiatan dan penyebaran informasi kepada masyarakat setempat," katanya.
Tim yang terdiri dari 12 orang—meliputi dokter, perawat, ahli gizi, bimbingan konseling, dan mahasiswa—membawa lebih dari 100 jenis obat-obatan dan alat medis habis pakai menjadi pendukung terlaksananya kegiatan ini.
"Pelayanan kesehatan diawali dengan proses registrasi, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan berupa diagnosis dan pemberian terapi oleh dokter, serta diakhiri dengan pemberian obat sesuai dengan keluhan dan kondisi kesehatan pasien," ucapnya.
Kegiatan posko kesehatan berlangsung hingga siang hari dan diikuti oleh sebanyak 68 warga dengan berbagai keluhan kesehatan, antara lain gatal-gatal, demam, batuk, dan hipertensi. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi karena warga memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan memadai.
Baca juga : Edarkan Sabu, Warga Kalijaga Diringkus Polres Cirebon Kota di Pekalangan
Hal tersebut turut mendukung kelancaran kegiatan tanpa kendala berarti. “Pelayanan kesehatan akan dilaksanakan di beberapa desa terdampak banjir di Kecamatan Tanjungpura secara berturut-turut hingga hari Minggu, 21 Desember 2025. Pihak UPI akan terus melakukan koordinasi dengan Babinsa setempat agar dapat melayani kebutuhan masyarakat secara optimal," ujarnya. (rls)