Stabilisasi Harga Komoditas Jelang Nataru, Pemkot Cirebon Gelar GPM

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati saat memantau GPM di Alun-alun Kasepuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (9/12/2025). FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Selasa, 9 Desember 2025, 17:08 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon gelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan harga komoditas tetap stabil jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Alun-alun Kasepuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (9/12/2025).

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati mengatakan pola kenaikan permintaan komoditas pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) selalu berulang dan harus diantisipasi.

“Setiap menjelang perayaan besar, permintaan pasti naik. Jika pasokan tidak dijaga, harga akan terdorong naik dan itu langsung mempengaruhi daya beli masyarakat. Tugas kami adalah memastikan kebahagiaan perayaan tidak terganggu oleh tekanan ekonomi,” ujarnya.

GPM, kata dia, bukan sekadar program distribusi bahan pokok murah, melainkan bentuk intervensi pasar yang dirancang untuk menjaga kestabilan harga.

Baca juga : Razia Pekat Jelang Nataru, Polresta Cirebon Sita 136 Botol Miras

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini digelar melalui kolaborasi erat antara Pemkot Cirebon, Bulog, para distributor, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Ini respons cepat dan terukur untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan,” katanya.

Dalam GPM tersebut, sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan cabai dipastikan tersedia dengan stok yang memadai hingga masa pasca-Nataru 2026.

Pemerintah berharap keberadaan GPM dapat memberikan ruang bernapas bagi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera, dengan harga komoditas yang berada jauh di bawah harga pasar.

Baca juga : Jelang Nataru Gelar Razia Pekat, Polresta Cirebon Sita 271 Botol Miras

Ia juga mengingatkan agar pembelian dilakukan secara bijak agar membeli sesuai kebutuhan, bukan berlebihan, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua warga.

“Kami berharap harga yang ditawarkan benar-benar membantu masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemkot Cirebon juga mengirimkan pesan tegas kepada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan momentum kenaikan permintaan.

“Kami ingin menegaskan, jika ditemukan praktik penimbunan atau tindakan curang, pemerintah siap melakukan operasi pasar secara masif,” tegasnya.

Baca juga : Cegah Kriminalitas, Polresta Cirebon Gelar Razia Pekat, Sita 127 Botol Miras

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Elmi Masruroh memastikan bahwa seluruh produk yang dijual di GPM berada di bawah harga pasar dan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Memang sekarang yang naik itu daging ayam dan telur ayam. Di GPM, semuanya dijual di bawah HET. Telur 27 ribu dan daging ayam 33 ribu,” jelasnya.

Elmi menambahkan bahwa langkah ini terbukti membantu meredam tekanan harga yang sempat naik beberapa minggu terakhir.

“Dengan harga lebih rendah dan kualitas yang terjamin, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan lebih tenang. Dampaknya juga terasa pada inflasi daerah yang bisa tetap terkendali,” ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal