LampuHijau.co.id - Pemberian baju kebesaran Muaythai oleh Ketua Umum PBMI LaNyalla Mattalitti didampingi Ketua Harian PBMI Raja LAK Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sanggabuana, kepada dr Maxi, mantan Kadinkes Subang, merupakan simbol penghormatan yang kuat terhadap peran dr Maxi dalam mendukung kesehatan masyarakat, khususnya melalui jalur olahraga.
Pemberian itu dilakukan saat momen pembukaan Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jabar 2026, Selasa 2 Desember 2025. Fenomena ini menegaskan filosofi universal bahwa kesehatan dan olahraga adalah dua sisi mata uang yang saling terkait erat.
Ia siap mengabdikan diri untuk memajukan olahraga Muaythai ini. Demikian dikatakan dr Maxi kepada media. Dirinya juga mengungkapkan bahwa kerap menonton pertandingan Muaythai. "Iya betul, saya memang suka pertandingan Muaythai dan olahraga beladiri lain," katanya.
Saat jadi pimpinan di dinas kesehatan, dr Maxi menunjukkan kepedulian yang melampaui tugas kuratif (pengobatan). Dukungannya terhadap atlet, seperti saat ia memberikan suplemen nutrisi kepada atlet Muaythai Jawa Barat di Subang, menunjukkan fokus pada kesehatan preventif dan promotif.
Baca juga : Mau Ngebegal Pengendara Motor Eh Anggota Resmob Jakut Lewat, Ketangkap Deh
Menurutnya, olahraga adalah alat pencegahan terbaik terhadap berbagai penyakit tidak menular (seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas). Atlet, terutama dalam olahraga keras seperti Muaythai, memerlukan manajemen kesehatan dan nutrisi yang sangat ketat.
Dukungan tersebut memastikan para atlet berada dalam kondisi prima, bukan hanya fisik, tetapi juga secara medis.
Sinergi Disiplin Olahraga Keras
Muaythai dikenal sebagai olahraga bela diri yang menuntut kedisiplinan fisik dan mental yang sangat tinggi. Untuk mencapai tingkat performa tinggi dalam Muaythai, seorang atlet harus disiplin dalam pola makan, istirahat, dan latihan yang terprogram. Kedisiplinan ini sejalan dengan prinsip hidup sehat yang selalu dikampanyekan oleh lembaga kesehatan.
Baca juga : Kebijakan Satu Pintu Ngawur, Afni: Anggota Dewan Itu Bebas dan Mandiri
Pengakuan yang diberikan kepada dr Maxi mungkin juga terkait dengan integritas dan semangat juangnya di luar jabatan birokrasi, yang mencerminkan semangat juang (pantang menyerah) yang menjadi inti dari filosofi olahraga bela diri.
Simbol pengakuan dari Ketum PBMI LaNyalla Mattalitti, yang sering terlibat dalam kancah politik dan olahraga nasional (pernah memimpin PSSI dan aktif di DPD RI), memberikan baju kebesaran sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dr Maxi.
Ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara sektor kesehatan dan pembinaan olahraga di tingkat daerah. Singkatnya, penghargaan tersebut melambangkan pengakuan terhadap dr Maxi sebagai tokoh yang memahami bahwa investasi pada olahraga adalah investasi pada kesehatan jangka panjang masyarakat.
Ketua Umum PBMI Jawa Barat, Tine Yowargana, mengaku terbantu dengan bergabungnya dr Maxi dengan menjadi anggota Dewan Kehormatan PBMI Jabar bidang Kesehatan.
"Saya berencana membentuk tim kesehatan khusus yang terlatih menangani para atlet Muaythai dalam even pertandingan di berbagai jenjang," ujar Tingting, sapaan akrabnya. (rls)