Tolak Kriminalisasi! Ribuan Orang Bakal Temani dr Maxi ke Polres Subang

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr Maxi. FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Selasa, 18 Nopember 2025, 19:09 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Ribuan orang akan turun menemani dr Maxi yang dijadwalkan dimintai keterangan oleh Polres Subang, pada Kamis (20/11/2025).

Aksi massa ini menjadi simbol perlawanan masyarakat dalam upaya kriminalisasi terhadap whistleblower atau pelapor yang mengungkap kebenaran sekaligus menuntut pengusutan tuntas kasus dugaan korupsi.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang ini dapat pemanggilan dari Polres Subang pasca dilaporkan oleh Kepala Disdikbud Subang Heri Sopandi atas dugaan pencemaran nama baik.

​Menanggapi pemanggilan yang dianggap sebagai upaya kriminalisasi itu, berbagai elemen masyarakat Subang menyatakan sikap tegas.

Ribuan orang terdiri dari jurnalis, aktivis Ormas, LSM, dan tokoh adat Sunda akan turun ke jalan untuk menemani dr Maxi.

​Fokus Kasus: Dari Defamasi ke Skandal Gratifikasi ​

Baca juga : Edarkan Sabu, Dua Warga Pamanukan Dibekuk Polres Subang

Pemanggilan dr Maxi oleh kepolisian merupakan konsekuensi dari serangkaian pengakuan blak-blakan yang ia sampaikan di media, termasuk dugaan adanya setoran uang tunai mencapai Rp 1 Miliar dihimpun dari sejumlah OPD untuk petinggi Subang.

Kasus ini telah bergeser dari sekadar polemik rotasi jabatan menjadi skandal dugaan korupsi dan gratifikasi yang melibatkan pejabat tinggi Kabupaten Subang.

Para ​pengkritik menilai laporan pencemaran nama baik yang diajukan oleh Heri Sopandi adalah langkah "reaksional" dari pemerintah daerah untuk "membungkam kritik". ​

Aliansi Sipil Turun Tangan: Ratusan Orang Berjalan Kaki ​

Lembaga adat dan advokat Subang bersatu suara untuk memastikan dr Maxi tidak berjalan sendirian.

Tine Yowargana, MH, dari Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan, yang sebelumnya muncul di diskusi publik Kaukus Subang Terkoyak, menggaransi mobilisasi massa.

Baca juga : Sepasang Kekasih Tersangka Pembuang Bayi Nikah di Polres Ciamis

​"Kita akan kawal pak dokter, kita akan turunkan massa ratusan. Massa berjalan kaki bersama dr. Maxi," kata Tine Yowargana, MH. ​

Komitmen serupa disampaikan kalangan hukum. Rando Purbap SH, Ketua Subang Lawyers Club, yang dikenal vokal, menyatakan kesiapannya memimpin pendampingan hukum. ​"Kita kawal pak dokter," ucap Advokat Rando.

​Dukungan juga datang dari Ketua Republik Law Firm, Asep Rochman Dimyati (ARD) memastikan barisan advokat Subang akan solid mengawal proses hukum ini. ​

Para advokat ini sebelumnya menyarankan dr Maxi untuk menolak segala tawaran Restorative Justice (perdamaian) dan justru menggunakan skema Justice Collaborator untuk mengungkap seterang benderang dugaan gratifikasi yang lebih besar. ​

Ancaman Hukum Tumbang: Jangan Pernah Mundur ​

Diperkirakan, total massa yang akan hadir mengawal Dr. Maxi di depan Polres Subang bisa mencapai ribuan orang, menunjukkan tingkat dukungan dan kekecewaan publik terhadap dugaan kebobrokan birokrasi. ​

Baca juga : Periksa Kesiapan Operasional, Polda Banten Cek Kendaraan Sabhara di Polres Tangerang

Para pendukung dan advokat secara moral menyuarakan pesan kepada dr Maxi untuk tidak takut.

​"Jangan pernah mundur. Jangan pernah takut. Kalau kalian takut selesai. Maka gerakan ini harus kuat bersatu rakyat bersama dr Maxi," ujar Advokat Rando dalam forum sebelumnya.

Peringatan para advokat menyebut kasus ITE ini bisa menjadi "pintu masuk bagi penegakan hukum lebih besar lagi, seperti KPK" kini jadi harapan publik Subang. (rls)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal