Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional, Maman: Menegaskan Bahwa Indonesia Berdiri di Atas Cinta, Keberanian dan Kemanusiaan

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) semasa hidup. FOTO: ISTIMEWA/LAMPU HIJAU
Senin, 10 Nopember 2025, 21:39 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Anggota DPR RI sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama, KH. Maman Imanulhaq, menyambut penuh haru keputusan pemerintah yang menetapkan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional.

Menurutnya, gelar itu bukan sekadar penghargaan formal, tetapi pengakuan atas laku hidup seorang pejuang kemanusiaan yang jauh melampaui zamannya.

“Gus Dur sudah menjadi pahlawan sejak lama karena beliau memperjuangkan manusia, bukan sekadar ideologi. Beliau memerdekakan akal, menjaga martabat kemanusiaan, dan membela yang lemah tanpa pamrih,” ujar Kiai Maman di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Baca juga : Serangan Israel Tewaskan Direktur RS Indonesia di Gaza, Ketua DPD RI : Pelanggaran Berat Kemanusiaan!

Kiai Maman menilai, pengakuan negara terhadap Gus Dur meneguhkan arah moral bangsa yang sedang diuji oleh intoleransi dan polarisasi sosial. Dalam pandangannya, Gus Dur adalah simbol keberanian melawan arus, sekaligus keteduhan seorang ulama yang menembus sekat agama, etnis, dan politik.

“Ketika banyak orang memilih diam demi aman, Gus Dur justru bicara demi kebenaran. Ketika banyak yang menonjolkan agama untuk memecah belah, Gus Dur menunjukkan bahwa agama sejatinya menyatukan dan memanusiakan,” lanjutnya.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PKB DPR RI itu, keteladanan Gus Dur harus dihidupkan kembali dalam kebijakan publik, pendidikan, dan kehidupan sosial.

Baca juga : Herman Khaeron Usulkan Berbagai Inovasi Agar Mudik Balik Lebaran Lancar dan Nyaman

Ia menyebut, generasi muda perlu belajar dari keberanian Gus Dur dalam mengubah cara berpikir masyarakat: dari kecurigaan menjadi kasih sayang, dari kekuasaan menjadi pengabdian.

“Gus Dur tidak hanya meninggalkan warisan gagasan, tapi juga energi moral yang membuat bangsa ini tetap punya harapan. Menjadikan beliau Pahlawan Nasional berarti menegaskan bahwa Indonesia berdiri di atas cinta, keberanian, dan kemanusiaan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Kiai Maman mengajak seluruh rakyat Indonesia terutama kaum muda dan kalangan pesantren untuk tidak hanya mengenang Gus Dur lewat nama dan gelar, tetapi dengan meneladani keberpihakannya pada keadilan dan kemanusiaan.

Baca juga : Dukung Kemerdekaan Palestina, Mahfuz Sidik: Indonesia Bisa Galang Kekuatan Dunia yang Solid

“Kalau hari ini Gus Dur diakui negara sebagai Pahlawan Nasional, sejatinya beliau sudah lebih dulu menjadi pahlawan di hati jutaan rakyat yang pernah disentuh oleh kasih dan keberaniannya,” tutup Kiai Maman. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal