LampuHijau.co.id - Ruas Jalan Rasuna Said, Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang hampir setiap hari diwarnai kemacetan parah imbas dari truk proyek Perumahan Sutera Rasuna yang lalu lalang.
Berdasarkan pantauan, kepadatan di jalan itu terjadi selain jalan yang sempit, sepanjang jalan juga banyak tikungan sehingga truk yang rata-rata berkapasitas besar sulit leluasa melintas.
Namun demi syahwat properti cepat berdiri, para sopir truk itu tetap memaksakan tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas dan kenyamanan penduduk.
Kondisi juga diperparah dengan tumpahan tanah di jalan dan debu yang membuat pengguna jalan dan warga yang rumahnya berada di tepian ikut terdampak.
"Truk-truk tanah dan truk molen itu bikin macet, jalan jadi berdebu. Debu dan tanah merah itu masuk hingga ke dalam rumah bikin kotor. Belum lagi kalau hujan, jalan jadi licin," ujar Dendi warga Cipete, Pinang dengan nada geram.
Baca juga : Keroyok Pencuri Ayam Hingga Tewas, Delapan Warga Subang Terancam 12 Tahun Penjara
Dendi meminta pemerintah segera menyetop truk proyek berkapasitas besar melintas di jalan Rasuna Said karena ruasnya yang sempit dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
"Itukan proyeknya Alam Sutera. Kalau mau melintas ya jangan lewat sini, lewat jalan Alam Sutera saja kan luas. Mentang-mentang proyek itu dekat pintu tol Cipete jadi lewatnya sini terus. Kan tau sendiri jalanan disini tuh kecil. Kalau truk itu lewat ya pasti macet," ungkapnya.
Kekesalan juga diungkapkan Lia warga Pakojan, Pinang yang bingung mesti mengadu ke siapa terkait proyek yang berdampak kemana mana.
Lia bahkan menyebut kampungnya yang dulu asri sekarang tampil seperti wilayah Legok yang hampir setiap hari dilintasi truk.
"Kita rakyat kecil tidak bisa berbuat apa-apa. Wali Kota harusnya turun biar tau situasinya. Kalau ada yang demo, ada yang upload di medsos itu betul Pak bukan ngarang, masyarakat itu ngeluh dengan proyek perumahan itu. Bagaimana truk-truk itu seenaknya tanpa kenal waktu melintas. Kalau kayak gini kita seperti tidak punya Wali Kota," ungkap Lia dengan nada kesal. (WAH)
Baca juga : Oknum Anggota Polres Subang Diduga Gelapkan Mesin Pabrik, Kerugiannya Rp700 Juta
Baca juga : Targetkan Subang Raih UHC, Ratusan Ribu Warga Diajak Rutin Bayar BPJS Kesehatan