Santri Terdampak Gempa Lombok Barat Juga Terima BERISI

Para santri Ponpes Al Rahman di Lombok Barat menerima bantuan BERISI-ACT. (Foto: ACT)
Minggu, 24 Nopember 2019, 18:34 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pekan ini, giliran Pondok Pesantren Al Rahman Nahdlatul Wathan di Desa Medas, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat yang menerima bantuan BERISI (Beras untuk Santri Indonesia), salah satu program yang diinisiasi Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Di ponpes ini, ada 140 santri yang terdiri dari 55 di tingkat tsanawiyah dan 85 di tingkat madrasah. Sebanyak 17 santri mondok di ponpes ini, karena berasal dari luar Kecamatan Gunung Sari. Sedangkan para santri yang rumahnya dekat, tetap tinggal di rumah masing-masing.

Baca juga : Setahun Gempa Lombok, Harus Ada Kesadaran Mitigasi Bencana

Perlu diketahui, di ponpes yang didirikan pasangan suami istri Sagirudin dan Zaenab ini, para santrinya dibebaskan dari biaya apapun. Menurut Sagirudin, sebelum gempa terjadi pada 2018, pihaknya membebankan biaya Rp50 ribu per bulannya. Namun, pascagempa membuat ekonomi orangtua para santri sulit, sehingga ia tak memungut bayaran.

"Sekarang, untuk kebutuhan sandang maupun pangan, saya dan istri yang harus berusaha mencari. Kadang ada dermawan yang mampir memberikan bantuan. Kalau tidak ada, saya harus berusaha mencari untuk biaya kebutuhan sehari-hari," ungkap Sagirudin, seperti dilansir situs berita resmi ACT, news.act.id pada Sabtu (23/11/2019).

Baca juga : Lurah Duri Pulo Gelar Lomba Bersih Kampung Jelang Peringatan HUT RI Ke-74

Bantuan BERISI diserahkan secara langsung oleh Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian kepada pengurus Ponpes Al Rahman NW Medas. Kata Alfian, ponpes tersebut sesuai dengan kriteria program BERISI.

"Santri-santri di Pesantren Al Rahman ini tidak dipungut biaya pendidikan, fasilitas pesantren pun masih sederhana. Murid-murid masih tinggal di pondok sederhana. Mereka umumnya datang dari keluarga prasejahtera dari berbagai daerah di NTB," tutur Alfian.

Baca juga : Dapat Merusak Pemikiran, Pemkot Cirebon Ajak Masyarakat Perangi Hoaks

Program BERISI yang diluncurkan sejak 22 Oktober 2019 kemarin, telah mendistribusikan beras sebanyak 55 ton ke berbagai prsantren di Tanah Air. Sejauh ini, sudah menjangkau hingga 22 provinsi yang meliputi 51 kota/kabupaten. ACT juga terus mengajak para dermawan untuk membantu para santri lewat program BERISI. Anda bisa menyalurkan donasi langsung lewat tautan indonesiadermawan.id. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal